3 Alasan Politik Konservatif Islam Terus Berkembang di Malaysia

Sabtu, 10 Juni 2023 - 07:10 WIB
loading...
3 Alasan Politik Konservatif...
Partai Islam se-Malaysia (PAS) terus bersinar. Foto/Reuters
A A A
KUALA LUMPUR - Partai Islam Pan- Malaysia (PAS) terus menikmati kepercayaan diri. Menjelang enam pemilu negara bagian pada bulan depan, PAS diprediksi akan terus menguat.

PAS berencana untuk mengambil alih parlemen negara bagian di Selangor dan Negeri Sembilan sebagai bagian dari koalisi Perikatan Nasional (PN) dengan partai Bersatu yang berbasis di Melayu. “Penang mungkin lebih sulit, tetapi kami berharap dapat menolak mayoritas dua pertiga,” kata kepala divisi PAS Kuala Kedah, Ahmad Fakhruddin Fakhrurazi, dilansir Channel News Asia.

Di Kedah, Kelantan dan Terengganu, pemerintah negara bagian PN bertekad untuk mempertahankan kendali dengan mayoritas yang nyaman.

Pemilu negara bagian akan dilihat sebagai barometer dukungan untuk Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim dan pemerintah koalisinya. Tetapi dengan PAS yang muncul dari pemilihan umum sebagai satu-satunya partai terbesar di parlemen Malaysia, ada juga pertanyaan apakah populisme agama dapat menjadi strategi kemenangan di negara tersebut.

Berikut adalah 3 alasan kenapa politik konservatif Islam berkembang dengan pesat di Malaysia.

1. Mengandalkan Populisme Agama

3 Alasan Politik Konservatif Islam Terus Berkembang di Malaysia

Foto/Reuters

Pemimpin PAS di Terengganu menentang keputusan kerajaan, yang dikeluarkan oleh empat dari sembilan sultan Malaysia, yang melarang penggunaan masjid untuk menyebarkan pesan politik.

“Tak ada salahnya politisi berdakwah,” tegas ketua PAS Abdul Hadi Awang. Baginya, politik dan agama tidak bisa dipisahkan dalam Islam.

Raja Malaysia, bagaimanapun, sebagai penjaga Islam terkemuka di negara itu di bawah konstitusinya, mengingatkan umat Islam pada April untuk menjaga masjid agar tidak berubah menjadi arena politik.

“Partai atau kelompok politik yang memanfaatkan Islam untuk mendapatkan popularitas adalah inti dari Islam politik dan populisme Islam,” kata Ahmad El-Muhammady, asisten profesor di Institut Internasional Pemikiran dan Peradaban Islam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
3 Alasan Norwegia Batalkan...
3 Alasan Norwegia Batalkan Penjualan Rudal rudal Anti-kapal NSM ke Malaysia
Malaysia Geram dengan...
Malaysia Geram dengan Respons Lemah Dunia atas Norwegia Batalkan Sepihak Penjualan Rudal Canggih
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved