Peraih Nobel Sastra Asal Turki Kritik Hagia Sophia Menjadi Masjid

Jum'at, 24 Juli 2020 - 16:16 WIB
loading...
Peraih Nobel Sastra...
Peraih Nobel Sastra asal Turki, Orhan Pamuk mengkritik peralihan fungsi Hagia Sophia menjadi masjid. Ia menganggap pembukaan Hagia Sophia menjadi tempat ibadah menandakan Turki tidak lagi sekuler. Foto/REUTERS
A A A
ISTANBUL - Peralihan fungsi Hagia Sophia menjadi masjid menimbulkan pujian dan kritik. Bukan hanya dari pihak internasional, masyarakat Turki juga tidak sedikit yang mengkritik. Salah kritik yang dilontarkan berasal dari peraih Nobel Sastra asal Turki, Orhan Pamuk.

Orhan Pamuk menganggap pembukaan Hagia Sophia menjadi tempat ibadah menandakan Turki tidak lagi sekuler. "Mengubah Hagia Sophia menjadi masjid sama dengan mengatakan kepada seluruh dunia Turki sudah tidak lagi sekular," kata novelis kenamaan Turki itu. (Baca juga: Zakir Naik: Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid Boleh karena di Tanah Taklukkan Muslim)

Penulis novel My Name is Red itu mencurahkan bahwa bukan hanya dirinya yang kecewa tapi jutaan rakyat sekuler Turki. Ia menambahkan, status Hagia Sophia menjadi museum merupakan kebanggaan yang dimiliki masyarakat sekuler Turki. "Ada jutaan orang Turki sekuler seperti saya yang menangis menentang hal ini, tetapi suara mereka tidak didengar," ujarnya. (Baca juga: Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid, Yunani Kutuk Turki)

Hari ini, Presiden Turki Tayyip Erdogan membuka Hagia Sophia menjadi tempat ibadah umat muslim. Melalui Badan Urusan Agama (Diyanet) Turki, pemerintah juga telah menunjuk 8 pengurus baru Hagia Sophia, 3 orang sebagai imam dan 5 lainnya sebagai muazin. (Baca juga: Erdogan Jadikan Hagia Sophia Masjid, Ini Respons Tokoh-tokoh Muslim Indonesia)

Ketiga imam Masjid Hagia Sophia itu antara lain: Mehmet Boynukalin, Ferruh Mustuer, dan Bunyamin Topcuoglu. Sementara kelima muazin Hagia Sophia adalah Mehmet Hadi Duran, Ridwan Akbas, Sukru Asileren, Ibrahim Coban, dan Alpcan Celik.

Secara jelas, Erdogan juga telah berpidato dan mengubah identitas Hagia Sophia dari sekular dengan status museum menjadi rumah ibadah. Erdogan melegitimasi keputusannya itu dengan mengklaim keinginan Sultan Fatih Mehmet yang menaklukan Konstantinopel.

"Setelah 86 tahun, dengan putusan pengadilan ini, dan dengan langkah-langkah yang kami ambil sejalan dengan keputusan itu, Hagia Sophia menjadi masjid lagi, seperti yang diinginkan Fatih, penakluk Istanbul," katanya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Viral! Masjid Ini Sediakan...
Viral! Masjid Ini Sediakan Gym Gratis, Jemaah Bisa Fitness sesudah Salat Berjamaah
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Rekomendasi
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Daerah Asal dan Tujuan...
Daerah Asal dan Tujuan Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved