China Ungkap Ketidakpuasan yang Kuat pada Komunike G7
Minggu, 21 Mei 2023 - 01:30 WIB
loading...
China Ungkap Ketidakpuasan yang Kuat pada Komunike G7. FOTO/Reuters
A
A
A
BEIJING - China pada Sabtu (20/5/2023) menyatakan "ketidakpuasan yang kuat" dengan komunike yang dikeluarkan oleh para pemimpin G7 . Menurut Beijing, komunike itu membidik China mengenai sejumlah isu sensitif, termasuk Laut China Selatan, hak asasi manusia, dan dugaan campur tangan dalam demokrasi mereka.
Para pemimpin dari tujuh negara kaya termasuk Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menghadiri pertemuan puncak di kota Hiroshima, Jepang. Blok itu mengeluarkan pernyataan yang menyerukan China "untuk tidak melakukan kegiatan campur tangan" dan menyatakan keprihatinan tentang dugaan pelanggaran HAM di China, khususnya di wilayah barat jauh Tibet dan Xinjiang.
Baca juga: G7 Peringatkan China dan Korut Tidak Membangun Senjata Nuklir, Beri Rusia Sanksi Baru
Mereka juga mengatakan, negara-negara G7 “sangat prihatin” tentang sengketa teritorial di Laut China Selatan, secara tidak langsung menuduh China melakukan “pemaksaan”. Beijing juga didesak oleh G7 untuk menggunakan pengaruhnya untuk menekan Rusia agar mengakhiri invasinya ke Ukraina.
Kementerian Luar Negeri China membalas, dengan mengatakan pendekatan G7 tidak memiliki kredibilitas internasional apa pun. "G7 bersikeras memanipulasi isu-isu terkait China, mencoreng dan menyerang China," kata juru bicara Kemenlu China, seperti dikutip dari AFP.
Para pemimpin dari tujuh negara kaya termasuk Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menghadiri pertemuan puncak di kota Hiroshima, Jepang. Blok itu mengeluarkan pernyataan yang menyerukan China "untuk tidak melakukan kegiatan campur tangan" dan menyatakan keprihatinan tentang dugaan pelanggaran HAM di China, khususnya di wilayah barat jauh Tibet dan Xinjiang.
Baca juga: G7 Peringatkan China dan Korut Tidak Membangun Senjata Nuklir, Beri Rusia Sanksi Baru
Mereka juga mengatakan, negara-negara G7 “sangat prihatin” tentang sengketa teritorial di Laut China Selatan, secara tidak langsung menuduh China melakukan “pemaksaan”. Beijing juga didesak oleh G7 untuk menggunakan pengaruhnya untuk menekan Rusia agar mengakhiri invasinya ke Ukraina.
Kementerian Luar Negeri China membalas, dengan mengatakan pendekatan G7 tidak memiliki kredibilitas internasional apa pun. "G7 bersikeras memanipulasi isu-isu terkait China, mencoreng dan menyerang China," kata juru bicara Kemenlu China, seperti dikutip dari AFP.
Lihat Juga :