5 Fakta Gen Z Menolak Mendukung Presiden Erdogan

Sabtu, 13 Mei 2023 - 15:52 WIB
loading...
5 Fakta Gen Z Menolak...
Mahasiswi menghadiri acara wisuda di Universitas Bogazici, Istanbul, Turki. Foto/Reuters
A A A
ISTANBUL - Generasi Z atau Gen Z menjadi kelompok yang menginginkan perubahan. Tren serupa juga terjadi di Turki .

Para pemilih baru tersebut dikenal memiliki pandangan progresif dan tidak suka dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan. Gen Z mengingin perubahan pemimpin untuk mewujudkan kebijakan yang berubah.

Itu semua tidak lepas karena Gen Z memiliki pandangan skeptis dengan berbagai kebijakan Erdogan. Namun, mereka juga tak sepenuhnya percaya dengan kelompok oposisi Turki.

Berikut 5 fakta tentang Gen Z di Turki dalam memandang politik dan pemilu presiden.

Baca Juga: Masjid Barbaros Hayrettin Pasha: Masjid Baru Turki untuk Kenang Kapten Angkatan Laut Ottoman

1. Tidak Suka Erdogan

5 Fakta Gen Z Menolak Mendukung Presiden Erdogan

Foto/Reuters

Survei yang dilaksanakan ORC Research Company menunjukkan bahwa 42% Gen Z akan mendukung Aliansi Bangsa, atau kelompok oposisi. Survei yang dirilis pada Januari 2023 itu menunjukkan Gen Z menolak perpanjangan kekuasaan bagi Erdogan.

Hanya 22% Gen Z yang akan mendukung Aliansi Publik yang berpihak kepada Erdogan.

Survei lainnya yang dilaksanakan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS), sebuah yayasan politik Jerman, juga mengungkap mayoritas Gen Z di Turki tidak akan mendukung Erdogan. Mereka memiliki pandangan pesimistis jika Turki kembali dipimpin oleh Erdogan. 62,5% Gen Z tidak suka dengan kebijakan Erdogan.

2. Tidak Suka Kepemimpinan Diktator

5 Fakta Gen Z Menolak Mendukung Presiden Erdogan

Foto/Reuters

Survei yang dilaksanakan oleh Gezici Research mengungkapkan 80% pemilih Gen Z tidak akan memilih Erdogan karena dia adalah seorang diktator. "Mereka tidak suka didikte dan bahasa kasar dari politikus," kata pakar keamanan internasional Murat Gezici, dilansir Cumhuriyet.

3. 6 Juta Pemilih Gen Z Pertama Kali Memberikan Suara

Sebanyak 6 juta Gen Z akan memberikan suaranya pada pemilu yang akan berlangsung pada 14 Mei 2023. Itu merupakan momen pertama kali bagi mereka. Mereka bisa menjadi generasi muda yang menentukan masa depan Turki. Mereka dikenal sebagai generasi yang menginginkan kebebasan dan tidak suka dengan kemapanan.

Sebenarnya jumlah Gen Z mencapai 13 juta dari 62,4 juta penduduk Turki. Namun hanya 6 juta yang memiliki hak untuk memberikan suara.

4. Tidak Mendapat Apresiasi dari Erdogan


5 Fakta Gen Z Menolak Mendukung Presiden Erdogan

Foto/Reuters

Gen Z, dalam pandangan peneliti generasi Evrim Kuran, bahwa mereka tidak menjadi korban permasalahan nasional dan global. "Gen Z harus bergelut dengan pengangguran dan kurangnya masa depan yang cerah," tutur Kuran.

Anak muda selama ini dianggap tidak mendapatkan perhatian dari pemerintahan Erdogan dalam berbagai kebijakan. Akibatnya, anak muda kurang memiliki kualifikasi internasional. "Ketimpangan kesempatan untuk bekerja juga sangat dirasakan gen Z," ujar Kuran.

Baca Juga: AS Dituding Ikut Campur Pemilu Turki

5. Peduli dengan Isu Sosial dan Ekonomi

Mayoritas Gen Z di Turki memiliki kepedulian dengan berbagai isu sosial, seperti hukum, imigrasi, transparansi, hingga kebijakan ekonomi. "Saya akan memberikan pilihan terbaik di antara yang terburuk, yakni mendukung oposisi," kata Damla, 19, mahasiswa sejarah di Istanbul, dilansir Reuters.

Hal sama juga diungkapkan Yusuf, 18. Dia mengaku ekonomi Turki dan dunia sedang tidak baik. Tapi, pengangguran di kalangan anak muda sangatlah besar.

Menurut Gezici, pemilih pemuda sebenarnya tidak terlalu percaya dengan oposisi. Tetapi, mereka tidak memiliki pilihan lain.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Tren Wewangian Gen Z:...
Tren Wewangian Gen Z: Ekspresi Diri Melalui Pilihan Aroma Harian
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Berita Terkini
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved