Bab Alkitab yang Hilang 1.500 Tahun Silam Ditemukan Menggunakan Sinar UV
Rabu, 12 April 2023 - 18:20 WIB
loading...
Bab Alkitab yang Hilang 1.500 Tahun Silam Ditemukan Menggunakan Sinar UV. FOTO/Vatican Library
A
A
A
WINA - Para ilmuwan telah menemukan bab tersembunyi yang telah lama hilang dari teks Alkitab hampir 1.500 tahun setelah pertama kali ditulis. Bagian yang hilang merupakan salah satu terjemahan paling awal dari Injil, menurut penelitian yang diterbitkan baru-baru ini di jurnal Studi Perjanjian Baru.
Fotografi ultraviolet digunakan untuk menemukan bab yang tersembunyi di bawah tiga lapisan teks oleh para peneliti, termasuk Grigory Kessel dari Austrian Academy of Sciences. Teknologi yang digunakan mampu mengungkap bab yang selama ini tak terlihat.
Baca juga: Peneliti Austria Temukan Bab Alkitab yang Hilang 1.500 Tahun Silam
Claudia Rapp, Direktur Institute for Medieval Research di OeAW, memuji penemuan Kessel. “Penemuan ini membuktikan betapa produktif dan pentingnya interaksi antara teknologi digital modern dan penelitian dasar ketika berhadapan dengan manuskrip abad pertengahan," ujar Rapp.
Para peneliti mengatakan, fragmen itu sejauh ini merupakan satu-satunya sisa manuskrip keempat yang diketahui yang membuktikan versi Syria Kuno, menawarkan "gerbang unik" ke fase awal dalam sejarah transmisi tekstual Injil.
“Sampai saat ini, hanya dua manuskrip yang diketahui berisi terjemahan Injil Syria Kuno,” kata Kessel, seperti dikutip dari Independent, Rabu (12/4/2023).
Salah satunya ada di British Library di London dan yang lainnya ditemukan di Biara St Catherine di Gunung Sinai. Para peneliti mengatakan teks yang baru ditemukan itu adalah interpretasi dari Injil Matius pasal 12 yang awalnya diterjemahkan sebagai bagian dari terjemahan bahasa Syria Kuno sekitar 1.500 tahun yang lalu.
Fotografi ultraviolet digunakan untuk menemukan bab yang tersembunyi di bawah tiga lapisan teks oleh para peneliti, termasuk Grigory Kessel dari Austrian Academy of Sciences. Teknologi yang digunakan mampu mengungkap bab yang selama ini tak terlihat.
Baca juga: Peneliti Austria Temukan Bab Alkitab yang Hilang 1.500 Tahun Silam
Claudia Rapp, Direktur Institute for Medieval Research di OeAW, memuji penemuan Kessel. “Penemuan ini membuktikan betapa produktif dan pentingnya interaksi antara teknologi digital modern dan penelitian dasar ketika berhadapan dengan manuskrip abad pertengahan," ujar Rapp.
Para peneliti mengatakan, fragmen itu sejauh ini merupakan satu-satunya sisa manuskrip keempat yang diketahui yang membuktikan versi Syria Kuno, menawarkan "gerbang unik" ke fase awal dalam sejarah transmisi tekstual Injil.
“Sampai saat ini, hanya dua manuskrip yang diketahui berisi terjemahan Injil Syria Kuno,” kata Kessel, seperti dikutip dari Independent, Rabu (12/4/2023).
Salah satunya ada di British Library di London dan yang lainnya ditemukan di Biara St Catherine di Gunung Sinai. Para peneliti mengatakan teks yang baru ditemukan itu adalah interpretasi dari Injil Matius pasal 12 yang awalnya diterjemahkan sebagai bagian dari terjemahan bahasa Syria Kuno sekitar 1.500 tahun yang lalu.
Lihat Juga :