Peneliti Austria Temukan Bab Alkitab yang Hilang 1.500 Tahun Silam
Rabu, 12 April 2023 - 17:45 WIB
loading...
Peneliti Austria Temukan Bab Alkitab yang Hilang 1.500 Tahun Silam. FOTO/Kiis1001
A
A
A
WINA - Seorang ahli abad pertengahan dari Austrian Academy of Sciences, Grigory Kessel telah membuat penemuan penting. Ia menemukan manuskrip Palestina berlapis yang diperkirakan ditulis dalam teks Syria 1.500 tahun yang lalu.
Ia mencoba untuk mengungkap salah satu terjemahan Injil paling awal dari abad ke-3, yang disalin pada abad ke-6. “Sampai baru-baru ini, hanya dua manuskrip yang diketahui berisi terjemahan Injil Syria Kuno,” jelas Kessel, seperti dikutip dari Kiis1001, Rabu (12/4/2023).
Baca juga: 4 Manuskrip Alkitab Tertua, Nomor 3 Ditemukan dari Pedagang Barang Antik
Meskipun para peneliti tidak dapat mengungkapkan terjemahan lengkap dari bab yang baru ditemukan, mereka membagikan beberapa temuan mereka. Misalnya, setelah memeriksa bahasa Yunani asli dari Matius pasal 12, ayat 1.
Ayat itu berbunyi “Pada waktu itu Yesus pergi ke ladang gandum pada hari Sabat; dan murid-muridnya menjadi lapar dan mulai memetik bulir-bulir gandum dan makan,” mereka menemukan bahwa kata-kata bahasa Syria sebenarnya diterjemahkan menjadi “[…] mulai memetik bulir-bulir gandum, menggosokkannya di tangan mereka, dan memakannya.”
Ia mencoba untuk mengungkap salah satu terjemahan Injil paling awal dari abad ke-3, yang disalin pada abad ke-6. “Sampai baru-baru ini, hanya dua manuskrip yang diketahui berisi terjemahan Injil Syria Kuno,” jelas Kessel, seperti dikutip dari Kiis1001, Rabu (12/4/2023).
Baca juga: 4 Manuskrip Alkitab Tertua, Nomor 3 Ditemukan dari Pedagang Barang Antik
Meskipun para peneliti tidak dapat mengungkapkan terjemahan lengkap dari bab yang baru ditemukan, mereka membagikan beberapa temuan mereka. Misalnya, setelah memeriksa bahasa Yunani asli dari Matius pasal 12, ayat 1.
Ayat itu berbunyi “Pada waktu itu Yesus pergi ke ladang gandum pada hari Sabat; dan murid-muridnya menjadi lapar dan mulai memetik bulir-bulir gandum dan makan,” mereka menemukan bahwa kata-kata bahasa Syria sebenarnya diterjemahkan menjadi “[…] mulai memetik bulir-bulir gandum, menggosokkannya di tangan mereka, dan memakannya.”
Lihat Juga :