Pilu Xiaohuamei Gegerkan China: Leher Dirantai, Dipaksa Hasilkan 8 Anak

Senin, 10 April 2023 - 07:50 WIB
loading...
Pilu Xiaohuamei Gegerkan...
Xiaohuamei, wanita China korban perdagangan manusia. Dia ditemukan disekap dengan leher dirantai dan dipaksa menghasilkan 8 anak. Foto/Weibo
A A A
BEIJING - Kisah memilukan wanita dengan nama "Xiaohuamei" telah menggegerkan China . Dia adalah korban perdagangan manusia yang ditemukan disekap dengan leher dirantai layaknya hewan peliharaan.

Xiaohuamei dijual untuk dijadikan pengantin dan dipaksa untuk menghasilkan delapan anak.

Kasus ini dibongkar tahun lalu oleh seorang vlogger yang merekam kondisi Xiaohuamei dalam sebuah video. Sekarang, seperti dikutip AFP, Senin (10/4/2023), enam orang telah dipenjara atas kasus perdagangan manusia ini.

Wanita 40-an tahun itu ditemukan disekap di sebuah gubuk berlantai tanah di sebuah desa terpencil. Saat itu, lehernya dijerat dengan rantai besi.

Pengadilan China memerintahkan mereka yang menjual wanita itu dipenjara antara delapan hingga 13 tahun.

Baca Juga: Kisah Wanita India Nikahi 5 Pria Bersaudara, Tidur Berenam Tak Merasa Aneh

Suami wanita itu, Dong Zhimin, dipenjara selama sembilan tahun karena penyiksaan. Vonis ini dijatuhkan pengadilan di Xuzhou, sebuah kota dekat Shanghai.

Pihak berwenang mengatakan Xiaohuamei diculik dari desanya di Yunnan, sekitar 2.000 km dari tempat dia ditemukan.

Dia kemudian dijual beberapa kali, termasuk sekali pada tahun 1998 seharga 5.000 yuan, sebelum dipaksa menikah dengan Dong—dengannya Xiaohuamei dipaksa untuk menghasilkan delapan anak.

Kasus tersebut menyebabkan kemarahan publik yang sangat besar di China dan memicu perdebatan tentang status perempuan di negara tersebut.

BBC melaporkan bahwa penderitaannya menjadi berita utama pada Januari 2022, ketika seorang vlogger China menemukannya dirantai di dalam gubuk berlantai tanah,

Dalam video itu, yang dengan cepat menjadi viral, vlogger tersebut menyuarakan keprihatinan tentang perdagangan manusia, dan mencatat bahwa Xiaohuamei tampak "bingung" dan berjuang dengan fungsi mental dasarnya.

Gambar mengerikan menunjukkan Xiaohuamei dengan rantai dan gembok di lehernya dalam cuaca dingin.

Pada 2017, Dong memindahkannya dari rumah keluarga ke gubuk, yang kekurangan air, listrik, atau penerangan. Dia hampir tidak diberi makan dan diikat dengan rantai dan tali kain.

Tempat penampungan yang belum sempurna dibanjiri dengan kondisi yang tidak higienis dan membuat wanita yang dipenjara itu terkena hawa dingin yang membekukan.

Wanita itu kemudian didiagnosis menderita skizofrenia.

Setelah memiliki anak ketiganya, skizofrenia Xiaohuamei menjadi lebih buruk dan pengadilan China mengatakan suaminya menjadi semakin kasar.

Hakim Yao Hui mengatakan Dong tidak pernah mengupayakan bantuan medis untuk istrinya ketika dia sakit dan terus membuatnya hamil terlepas dari kondisinya.

Pihak berwenang awalnya membantah kasus itu terkait dengan perdagangan manusia, yang cukup umum di pedesaan China, tetapi penyelidikan tingkat tinggi diluncurkan setelah protes publik.

Kasus tersebut memicu kemarahan di media sosial, dengan banyak yang mengutuk hukuman itu terlalu ringan.

“Hanya sembilan tahun penjara karena telah menghancurkan hidup seseorang,” kritik salah satu pengguna platform media sosial, Weibo.

“Masih jauh dari cukup, tapi itu bukti bahwa internet itu bermanfaat,” tulis pengguna Weibo yang lain.

“Jika begitu banyak orang tidak memperhatikan, masalah ini tidak akan pernah terselesaikan.”

Konsekuensi dari kebijakan satu anak China—dilonggarkan baru-baru pada tahun 2016—telah menyebabkan kekurangan perempuan, karena anak laki-laki lebih disukai secara tradisional.

Ketidakseimbangan gender yang dihasilkan diyakini telah memicu perdagangan manusia, menurut laporan kongres Amerika Serikat.

Kondisi itu memicu wanita muda diculik dan dipaksa menikah di desa-desa di mana mereka kalah jumlah dengan laki-laki.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved