China Dianggap Satu-satunya Negara di Bumi untuk Mediator Kesepakatan Damai Ukraina

Minggu, 02 April 2023 - 06:01 WIB
loading...
China Dianggap Satu-satunya...
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu di Moskow. Foto/tass
A A A
PARIS - Kekuatan China dan hubungan dekat dengan Rusia berarti Beijing mungkin "satu-satunya negara di Bumi" yang mampu menengahi kesepakatan di Ukraina.

Penilaian itu diungkap seorang sumber dalam kepresidenan Prancis kepada CNN pada Jumat (31/3/2023).

Komentar itu muncul menjelang kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Beijing pekan depan.

“Jelas bahwa China adalah salah satu dari sedikit negara di Bumi, mungkin satu-satunya negara di dunia, yang memiliki efek ‘pengubah permainan’ pada konflik, untuk kedua belah pihak,” papar sumber itu.

China telah memposisikan dirinya sebagai penengah potensial untuk perdamaian di Ukraina, dengan Partai Komunis yang berkuasa merilis 12 poin “Posisi Penyelesaian Politik Krisis Ukraina” pada bulan Februari.

Baca juga: Adik Pemimpin Korut Kim Jong-un Tuding Ukraina Simpan Ambisi Nuklir

Meskipun digambarkan di media Barat sebagai “rencana perdamaian”, dokumen tersebut tidak menawarkan panduan langkah demi langkah untuk mengakhiri konflik, dokumen itu sebaliknya mencantumkan prinsip-prinsip yang direkomendasikan Beijing untuk dipatuhi setiap kesepakatan di masa depan.

12 poinnya termasuk konsesi untuk kedua belah pihak. Misalnya, China menekankan bahwa “kedaulatan semua negara” harus dihormati, mengacu pada desakan Kiev agar perbatasan pra-konfliknya dikembalikan.

Dokumen itu juga menegaskan “kepentingan dan masalah keamanan yang sah dari semua negara harus ditanggapi dengan serius,” mengacu pada penolakan Moskow menerima ekspansi NATO lebih lanjut di sepanjang perbatasannya.

Posisi China disambut baik oleh Kremlin, tetapi ditolak Departemen Luar Negeri AS sebagai "langkah taktis" untuk menghentikan konflik yang menguntungkan Rusia.

Di Ukraina, Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan dia hanya setuju dengan beberapa poin dalam dokumen tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron akan melakukan perjalanan ke China pada Rabu untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang.

Menurut sumber CNN, dia akan berusaha “menemukan cara untuk mengidentifikasi solusi guna mengakhiri perang ini dalam jangka menengah.”

Namun, Reuters melaporkan Macron akan memberikan peringatan keras kepada Xi agar tidak memberikan senjata kepada Rusia untuk digunakan di Ukraina.

"Pesan kami akan jelas: Mungkin ada godaan untuk lebih dekat ke Rusia, tapi jangan melewati batas itu," ujar seorang diplomat Prancis anonim kepada kantor berita.

Apakah Beijing akan mendengarkan adalah cerita lain. Dengan Washington meningkatkan kehadiran militernya di sekitar China dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengisyaratkan konsekuensi diplomatik bagi Beijing atas hubungannya dengan Moskow, Xi menandatangani lebih dari selusin perjanjian dengan Presiden Rusia Vladimir Putin bulan lalu.

Tak hanya itu, Kementerian Pertahanan China mengatakan pihaknya siap memperkuat kerja sama militer dengan Rusia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved