Wanita India Ini Diperkosa 4 Pria, tapi Malah Dipenjara
Sabtu, 18 Juli 2020 - 11:36 WIB
loading...
A
A
A
Jaminan pembebasan untuk korban pemerkosaan itu itu diberikan tak lama setelah pengacara dan para aktivis dari seluruh negeri mengutuk penangkapan korban pemerkosaan dan mendesak hakim Pengadilan Tinggi Patna untuk segera campur tangan dalam masalah ini.
Korban bersama dengan dua pekerja sosial yang mendukungnya ditangkap atas perintah pengadilan distrik Araria di Bihar minggu lalu karena “kelakuan buruk" dan "mengganggu” proses pengadilan.
Dalam sebuah surat kepada kepala Pengadilan Tinggi Patna, sebanyak 376 advokat dari seluruh negeri telah menyatakan keprihatinan dan kecewa atas pemenjaraan terhadap korban pemerkosaan dan dua pekerja sosial yang membantunya di sebuah penjara di Samastipur.
Penandatangan surat yang menyertakan tokoh-tokoh hukum seperti Prashant Bhushan, Indira Jaisingh dan Vrinda Grover menyatakan ketidakbahagiaan atas cara hakim pengadilan mengambil kegugupan korban pemerkosaan di pengadilan sebagai penghinaan pribadi.
Kasus ini bermula ketika korban menemani seorang kenalannya untuk belajar mengendarai sepeda motor pada 6 Juli, namun dia ditangkap oleh empat pemuda yang bergantian memerkosanya. Hari berikutnya dia melaporkan kasus pemerkosaan ke kantor polisi setempat. (Baca juga: Menolak Diperkosa, Gadis 14 Tahun di India Tewas Dibakar )
Pada 10 Juli, korban ditemani dua pekerja sosial NGO Jan Jagaran Shakti Sangathan muncul di hadapan hakim pengadilan untuk mencatat pernyataannya di pengadilan. Namun, pekerja sosial tidak diizinkan untuk bersamanya di pengadilan.
Korban bersama dengan dua pekerja sosial yang mendukungnya ditangkap atas perintah pengadilan distrik Araria di Bihar minggu lalu karena “kelakuan buruk" dan "mengganggu” proses pengadilan.
Dalam sebuah surat kepada kepala Pengadilan Tinggi Patna, sebanyak 376 advokat dari seluruh negeri telah menyatakan keprihatinan dan kecewa atas pemenjaraan terhadap korban pemerkosaan dan dua pekerja sosial yang membantunya di sebuah penjara di Samastipur.
Penandatangan surat yang menyertakan tokoh-tokoh hukum seperti Prashant Bhushan, Indira Jaisingh dan Vrinda Grover menyatakan ketidakbahagiaan atas cara hakim pengadilan mengambil kegugupan korban pemerkosaan di pengadilan sebagai penghinaan pribadi.
Kasus ini bermula ketika korban menemani seorang kenalannya untuk belajar mengendarai sepeda motor pada 6 Juli, namun dia ditangkap oleh empat pemuda yang bergantian memerkosanya. Hari berikutnya dia melaporkan kasus pemerkosaan ke kantor polisi setempat. (Baca juga: Menolak Diperkosa, Gadis 14 Tahun di India Tewas Dibakar )
Pada 10 Juli, korban ditemani dua pekerja sosial NGO Jan Jagaran Shakti Sangathan muncul di hadapan hakim pengadilan untuk mencatat pernyataannya di pengadilan. Namun, pekerja sosial tidak diizinkan untuk bersamanya di pengadilan.
Lihat Juga :