Ajudan Perdana Menteri Peringatkan Negara Jepang Bisa Menghilang

Selasa, 07 Maret 2023 - 19:06 WIB
loading...
Ajudan Perdana Menteri...
Orang-orang berjalan di persimpangan di area perbelanjaan Shibuya, Tokyo, Jepang, 7 Agustus 2021. Foto/REUTERS/Androniki Christodoulou
A A A
TOKYO - Jepang menghadapi masalah eksistensial jika masalah angka kelahiran yang sangat rendah dibiarkan tidak terselesaikan.

Peringatan itu diungkapkan Masako Mori, ajudan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida.

Mori, anggota parlemen majelis tinggi dan mantan menteri, menasihati PM tentang masalah seputar tingkat kesuburan nasional serta masalah LGBTQ.

Pejabat itu membuat pernyataan dalam wawancara tak lama setelah Kementerian Kesehatan negara itu mengumumkan statistik tahunan tentang kematian dan tingkat kelahiran, melukiskan gambaran yang agak suram.

Dua kali lebih banyak orang meninggal daripada yang lahir di negara itu, dengan 799.728 kelahiran terdaftar dibandingkan dengan 1,58 juta kematian.

"Jika kita terus seperti ini, negara akan hilang. Orang-orang yang harus menjalani proses menghilang yang akan menghadapi kerugian besar. Penyakit mengerikan yang akan menimpa anak-anak itu," ujar Mori.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved