Jumlah Negara yang Ingin Gabung BRICS dan SCO Melonjak Jadi 20, Ada Indonesia

Selasa, 28 Februari 2023 - 08:30 WIB
loading...
Jumlah Negara yang Ingin...
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Foto/Russian Foreign Ministry
A A A
MOSKOW - Beberapa negara di dunia dilaporkan telah menyuarakan niat mereka untuk menjadi anggota BRICS dan Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) sejak awal tahun 2022. Negara-negara anggota organisasi antar pemerintah ini kabarnya menyambut baik aspirasi mereka.

“Jumlah negara yang mendaftar untuk bergabung dengan BRICS dan SCO telah melonjak menjadi 20 negara,” ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov dalam pertemuan dengan kepala kantor regional Kementerian Luar Negeri Rusia.

“Perlu disebutkan bahwa selama beberapa tahun terakhir, termasuk selama tahun pertama operasi militer khusus Rusia di Ukraina, jumlah negara yang ingin bergabung dengan BRICS dan Organisasi Kerjasama Shanghai telah meningkat secara dramatis. Sampai sekarang, ada sekitar dua puluh dari mereka," ujar Lavrov memberi tahu.

Dia menambahkan, banyak dari mereka yang melamar berperan penting di kawasannya. Negara itu termasuk Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Indonesia, Meksiko dan Mesir.

Baca juga: Tepi Barat Membara, 400 Pemukim Yahudi Israel Bakar Puluhan Rumah dan Mobil Palestina

Menlu Rusia mencatat daftar negara-negara ini sendiri dengan jelas menunjukkan "kegagalan upaya Barat untuk mengisolasi" Rusia, yang merupakan anggota BRICS dan SCO.

“Upaya Barat untuk memaksakan kehendaknya pada orang lain, untuk memaksakan apa yang disebut aturannya yang ingin ia bangun dan pertahankan tatanan pro-Barat sama sekali sia-sia dan sama sekali tidak ada harapan,” tegas Lavrov.

Menurut dia, “Niat negara-negara ini untuk bergabung dengan blok juga mencerminkan kegagalan strategi Barat, yang menghasilkan efek sebaliknya."

Baca juga: Barat Pertimbangkan Batas Waktu Perundingan Damai untuk Ukraina

Lavrov menjelaskan, pemahaman tentang "proses tektonik geopolitik" mendorong negara-negara itu untuk bekerja sama dengan "mitra yang berpikiran sama".

Alasan utama untuk ini, tambahnya, adalah mereka bersedia mandiri dalam tindakan mereka dan dalam kemitraan apa pun untuk mengutamakan kepentingan nasional mereka sendiri dan "bukan keinginan orang lain."

“Dalam hal ini, kerja sama dengan Rusia, serta dengan negara-negara anggota blok regional lainnya, memberikan bidang interaksi yang luas," papar dia.

Dalam pertemuan tersebut, Lavrov juga menyeru berbagai wilayah Rusia untuk bekerja sama dengan BRICS dan SCO.

Menurut dia, di dalam organisasi tersebut sudah ada format yang ditujukan untuk interaksi dan kerja sama regional antar daerah dan provinsi negara peserta.

BRICS adalah asosiasi informal dari negara-negara berkembang utama dunia yang dibentuk pada tahun 2006, yang terdiri dari Brasil, Rusia, India dan China, dengan Afrika Selatan bergabung dengan grup tersebut pada tahun 2010.

Kandidat potensial untuk bergabung termasuk negara-negara seperti Argentina, Mesir, Iran, Arab Saudi, Aljazair dan Turki.

Negara-negara ini telah menyatakan minat mereka untuk bergabung dengan grup tersebut selama beberapa bulan dan tahun terakhir.

Secara khusus, Aljazair mengajukan permohonan resminya pada November tahun lalu. Pada bulan Desember, Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune berharap negaranya dapat bergabung dengan aliansi tersebut pada tahun 2023.

Awal bulan ini, menteri luar negeri Rusia mengungkapkan, "Aljazair, karena segala kelebihannya, adalah salah satu pesaing utama untuk keanggotaan BRICS.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Berita Terkini
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved