Barat Pertimbangkan Batas Waktu Perundingan Damai untuk Ukraina

Selasa, 28 Februari 2023 - 06:20 WIB
loading...
Barat Pertimbangkan...
Presiden AS Joe Biden menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di South Lawn di Gedung Putih di Washington, AS, 21 Desember 2022. Foto/REUTERS/Kevin Lamarque
A A A
BERLIN - Para pendukung Barat Ukraina sedang mempertimbangkan pengenaan ultimatum pada Ukraina sehubungan dengan kemungkinan perundingan damai dengan Rusia.

Tabloid Jerman Bild melaporkan hal itu pada Senin (27/2/2023), mengutip sumber pemerintah anonim di Washington dan Berlin.

“Dengan pasokan senjata baru, Amerika Serikat (AS) dan sekutunya ingin memberikan insentif kepada Kiev untuk mencoba merebut kembali wilayah yang direbut pasukan Rusia,” klaim laporan Bild.

Bild menambahkan, “Barat ingin melihat hasil dalam hal ini pada musim gugur.”

“Jika serangan balasan gagal, tekanan pada Kiev untuk bernegosiasi dengan Kremlin akan meningkat,” lapor surat kabar itu.

Baca juga: Mantan Presiden Rusia Peringatkan Kiamat Nuklir Dipicu Barat

Sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan Inggris, Prancis, dan Jerman diduga menawarkan senjata ke Kiev dan komitmen keamanan dalam rencana yang bertujuan mendorong Kiev bernegosiasi dengan Moskow.

Outlet media AS mengklaim pekan lalu bahwa London, Berlin dan Paris seharusnya siap menawarkan jaminan keamanan hanya untuk keanggotaan NATO.

Namun, menurut Bild, kondisinya tidak begitu murah hati. “Orang Eropa dan AS tidak dapat dan tidak ingin memberi Ukraina jaminan keamanan keras seperti keanggotaan NATO saat ini,” ungkap anggota parlemen Jerman Norbert Roettgen, yang sebelumnya mengepalai Komite Urusan Luar Negeri Bundestag, kepada tabloid tersebut.

Baca juga: Putin Bongkar Masalah Utama Rusia dengan Amerika Serikat

Kantor Kanselir Jerman juga mengatakan pada Minggu bahwa potensi jaminan keamanan NATO "tidak berperan sama sekali" dalam diskusi antara tiga anggota blok tersebut.

“Berlin tidak langsung membantah atau mengkonfirmasi adanya rencana negosiasi,” papar Bild.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz juga mendorong Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk terlibat dalam pembicaraan dengan Moskow pada awal Februari, menurut laporan media.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg sebelumnya mengakui Moskow memenangkan perang gesekan logistik.

Dia juga mengatakan tidak jelas berapa banyak blok itu dapat membelanjakan dukungan militer lebih lanjut untuk Kiev.

Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri Rusia menetapkan persyaratannya untuk solusi diplomatik atas konflik tersebut.

Daftar tersebut termasuk penghentian bantuan militer Barat untuk Kiev, serta Ukraina yang kembali ke status netralnya setelah "demiliterisasi" dan "denazifikasi".

Zelensky menolak negosiasi apa pun dengan Moskow dengan mengatakan "tidak ada yang perlu dibicarakan" dan "tidak ada" siapa pun untuk diajak bicara.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved