Putin Tangguhkan Perjanjian Nuklir, Biden: Kesalahan Besar

Kamis, 23 Februari 2023 - 00:18 WIB
loading...
Putin Tangguhkan Perjanjian...
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengutuk keputusan Rusia untuk mundur dari perjanjian kontrol senjata nuklir yang dikenal sebagai perjanjian New START. Foto/ABS-CBN News
A A A
WARSAWA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengutuk keputusan Rusia untuk mundur dari perjanjian kontrol senjata nuklir yang dikenal sebagai perjanjian New START . Menurutnya, Presiden Rusia Vladimir Putin telah membuat kesalahan besar dengan menangguhkan perjanjian pengendalian senjata nuklir AS-Rusia terakhir yang tersisa.

“Itu kesalahan besar,” kata Biden dalam komentar pertamanya sejak pengumuman Putin pada Selasa kemarin seperti dikutip dari The Associated Press, Kamis (23/2/2023).

Komentar Biden datang saat dia menyelesaikan kunjungan empat hari ke Polandia dan Ukraina dengan melakukan pembicaraan bersama para pemimpin dari Bucharest Nine, kumpulan negara-negara di bagian paling timur dari aliansi NATO yang bersatu sebagai tanggapan atas aneksasi Putin tahun 2014.

Kecemasan negara kelompok Bucharest Nine tetap meningkat saat perang Ukraina berlarut-larut, dengan banyak yang khawatir bahwa Putin dapat bergerak untuk mengambil tindakan militer terhadap mereka selanjutnya jika dia berhasil di Ukraina. Aliansi tersebut meliputi Bulgaria, Republik Ceko, Estonia, Hongaria, Latvia, Lituania, Polandia, Rumania, dan Slovakia.

“Anda adalah garis depan pertahanan kolektif kami,” kata Biden tentang grup tersebut.

Baca: Putin Menarik Rusia dari Perjanjian Nuklir Terakhir dengan Amerika Serikat

“Dan Anda tahu, lebih baik dari siapa pun, apa yang dipertaruhkan dalam konflik ini? Bukan hanya untuk Ukraina, tetapi untuk kebebasan demokrasi di seluruh Eropa dan di seluruh dunia,” imbuhnya.

Dia berjanji bahwa pakta pertahanan bersama NATO adalah "sakral."

"Kami akan mempertahankan setiap jengkal NATO secara harfiah," tegasnya.

Sehari sebelumnya di kaki Kastil Kerajaan Warsawa untuk menandai tonggak suram invasi Rusia yang berusia setahun, Biden memperingatkan bahwa agresi Rusia, jika tidak terkendali, tidak akan berhenti di perbatasan Ukraina.

"Nafsu otokrat tidak bisa diredakan," katanya. “Mereka harus ditentang,” imbuhnya.

Baca: Biden Merespons Putin: Rusia Akan Kalah!

Pidato Biden tentang perang Ukraina disampaikan satu hari setelah dia melakukan kunjungan mendadak ke Kiev, sebuah isyarat solidaritas yang besar dengan Ukraina.

Pidato tersebut merupakan bagian dari penegasan peran Eropa dalam membantu Ukraina mengusir invasi Rusia yang sedang berlangsung dan bagian dari peringatan tajam kepada Putin bahwa AS tidak akan membiarkan Moskow mengalahkan Ukraina.

Gedung Putih telah memuji beberapa negara sayap timur, termasuk Lituania, Polandia dan Rumania, selama setahun terakhir karena meningkatkan upaya untuk mendukung Ukraina dengan senjata dan bantuan ekonomi serta menerima pengungsi.

Biden telah memberikan perhatian khusus pada upaya Polandia. Negara ini menampung sekitar 1,5 juta pengungsi Ukraina dan telah memberikan bantuan militer sebesar USD3,8 miliar atau sekitar Rp57,7 triliun dan ekonomi ke Kiev.

Baca: Putin Ungkap Berbagai Kondisi untuk Perluas Operasi Militer Rusia di Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
Sidang Cerai Wardatina...
Sidang Cerai Wardatina Mawa Masuk Tahap Akhir, Ayah Insanul Fahmi Beri Kesaksian
Tingkatkan Efisiensi...
Tingkatkan Efisiensi Layanan, ASABRI Digitalisasi 2.000 Klaim Peserta
Divonis 10 Tahun Penjara,...
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Ajukan Banding
Berita Terkini
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved