AS Kucurkan Rp7,9 Triliun untuk Memproduksi Amunisi Artileri 155 mm bagi Ukraina
Rabu, 15 Februari 2023 - 18:40 WIB
loading...
AS Kucurkan Rp7,9 Triliun untuk Memproduksi Amunisi Artileri 155 mm bagi Ukraina. FOTO/Reuters
A
A
A
WASHINGTON - Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) pada Selasa (14/2/2023) mengumumkan bahwa mereka telah memberikan USD522 juta (Rp7,9 triliun) kepada dua perusahaan untuk memproduksi amunisi artileri 155 mm untuk Ukrain a .
Seperti dilaporkan AFP, perintah tersebut, yang secara resmi diputuskan pada 30 Januari lalu, diberikan kepada Northrop Grumman Systems Corp. dan Global Military Products Inc. Perintah itu datang di tengah kekhawatiran bahwa Ukraina dengan cepat menghabiskan stok peluru artileri dari AS dan sekutu barat lainnya.
Baca: Anggota Parlemen Jerman Khawatirkan Pasokan Senjata ke Ukraina Picu Perang Nuklir
“Pengiriman amunisi baru dijadwalkan akan dimulai pada bulan Maret tahun ini,” kata Angkatan Darat dalam sebuah pernyataan. Kontrak tersebut didanai oleh Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina Pentagon.
Ukraina dan Rusia telah saling menembakkan amunisi artileri dalam jumlah besar sejak invasi Rusia dimulai hampir setahun yang lalu. Pada bulan November seorang pejabat AS mengatakan pasukan Rusia menembakkan sekitar 20.000 peluru artileri sehari.
Seperti dilaporkan AFP, perintah tersebut, yang secara resmi diputuskan pada 30 Januari lalu, diberikan kepada Northrop Grumman Systems Corp. dan Global Military Products Inc. Perintah itu datang di tengah kekhawatiran bahwa Ukraina dengan cepat menghabiskan stok peluru artileri dari AS dan sekutu barat lainnya.
Baca: Anggota Parlemen Jerman Khawatirkan Pasokan Senjata ke Ukraina Picu Perang Nuklir
“Pengiriman amunisi baru dijadwalkan akan dimulai pada bulan Maret tahun ini,” kata Angkatan Darat dalam sebuah pernyataan. Kontrak tersebut didanai oleh Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina Pentagon.
Ukraina dan Rusia telah saling menembakkan amunisi artileri dalam jumlah besar sejak invasi Rusia dimulai hampir setahun yang lalu. Pada bulan November seorang pejabat AS mengatakan pasukan Rusia menembakkan sekitar 20.000 peluru artileri sehari.
Lihat Juga :