Senat AS akan Voting Resolusi Blokir Penjualan Senjata Amerika ke Israel
Selasa, 19 November 2024 - 20:30 WIB
loading...
Senator independen Bernie Sanders. Foto/anadolu
A
A
A
WASHINGTON - Senat Amerika Serikat (AS) akan memutuskan pada tanggal 20 November 2024 tiga resolusi yang mengatur penolakan Kongres terhadap penjualan yang diusulkan ke Israel atas sejumlah peralatan dan layanan pertahanan Amerika.
Resolusi bersama penolakan itu diajukan Senator independen Bernie Sanders di tengah laporan Israel menghalangi pengiriman bantuan untuk warga Palestina di Gaza.
Dokumen tersebut menetapkan pemblokiran penjualan peluru mortir 120 mm, amunisi serangan langsung gabungan (JDAMS), jet tempur F-15, dan peluru tank ke negara apartheid Israel tersebut.
Sanders mengatakan menjelang pemungutan suara bahwa perang Gaza yang sedang berlangsung telah dilancarkan "hampir seluruhnya dengan senjata Amerika dan USD18 miliar dolar pajak AS."
Dia mengutuk tindakan "tidak bermoral dan ilegal" oleh Israel, yang katanya telah menjatuhkan bom berat yang dipasok AS ke "lingkungan yang padat penduduk, menewaskan ratusan warga sipil untuk melumpuhkan segelintir pejuang Hamas, dan tidak melakukan upaya apa pun untuk membedakan antara warga sipil dan kombatan."
Resolusi bersama penolakan itu diajukan Senator independen Bernie Sanders di tengah laporan Israel menghalangi pengiriman bantuan untuk warga Palestina di Gaza.
Dokumen tersebut menetapkan pemblokiran penjualan peluru mortir 120 mm, amunisi serangan langsung gabungan (JDAMS), jet tempur F-15, dan peluru tank ke negara apartheid Israel tersebut.
Sanders mengatakan menjelang pemungutan suara bahwa perang Gaza yang sedang berlangsung telah dilancarkan "hampir seluruhnya dengan senjata Amerika dan USD18 miliar dolar pajak AS."
Dia mengutuk tindakan "tidak bermoral dan ilegal" oleh Israel, yang katanya telah menjatuhkan bom berat yang dipasok AS ke "lingkungan yang padat penduduk, menewaskan ratusan warga sipil untuk melumpuhkan segelintir pejuang Hamas, dan tidak melakukan upaya apa pun untuk membedakan antara warga sipil dan kombatan."
Lihat Juga :