Usir Tentara Rusia dari Crimea, Ukraina Bentuk Pasukan Stroomtropers

Minggu, 12 Februari 2023 - 14:22 WIB
loading...
Usir Tentara Rusia dari...
Ukraina membentuk pasukan tempur baru yang diberinama stroomtropers untuk mengusi tentara Rusia dari wilayah pendudukan. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Ukraina telah meluncurkan inisiatif baru untuk menciptakan pasukan tempur yang dapat membantu membebaskan wilayah pendudukan. Mereka yang melamar brigade penyerangan "Pengawal Penyerang" di antara Garda Nasional negara itu akan disebut sebagai stormtroopers.

Garda Nasional Ukraina (NSU) menyatakan bahwa mereka telah menerima lebih dari 20.000 aplikasi untuk menjadi bagian dari pasukan tempur itu.

Ukrinform melaporkan bahwa juru bicara NSU Ruslan Muzychuk mengumumkan selama telethon nasional bahwa minat untuk bergabung dengan Garda Nasional telah meningkat ribuan.

“Secara umum sudah lebih dari 20.000 aplikasi. Kami memiliki tiga sumber utama aplikasi,” kata Muzychuk.

"Kami menerima jumlah terbesar melalui www.storm.mvs.gov.ua, tempat survei online bekerja. Lebih dari 14.000 kuesioner diterima melalui saluran ini, lebih dari 7.500 di antaranya adalah aplikasi untuk bergabung dengan unit Garda Nasional. 'TsNAPy' juga bekerja, 'hotline', tentu saja, pekerjaan dilakukan melalui pusat pengambilan," jelasnya seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (12/2/2023).

Baca: Putin Siapkan 1.800 Tank dan 700 Pesawat, Bakal Gempur Ukraina Besar-besaran

Muzychuk mengatakan langkah selanjutnya adalah mengkodekan melalui aplikasi dan menentukan pejuang potensial mana yang paling cocok dengan brigade penyerangannya. Setiap kandidat yang terpilih selama proses tersebut harus melalui pemeriksaan kesehatan, tes psikologis, dan pemeriksaan dokumen secara menyeluruh.

“Semua tahapan seleksi ini diperlukan, karena kami sedang membentuk brigade penyerangan. Kandidat yang bermotivasi tinggi harus tiba di sana, mereka juga harus memenuhi persyaratan lain untuk pembentukan unit tersebut,” ujar Muzychuk.

Pasukan yang disebut stormtroopers oleh Garda Nasional Ukraina ini akan diberi beberapa tunjangan federal jika mereka berhasil membebaskan Luhansk, Donetsk, dan Crimea dari penjajah Rusia.

"Relawan yang akan menjadi stormtroopers menerima sejumlah jaminan sosial - khususnya, gaji yang stabil dan kompetitif, kesempatan untuk menerima perumahan dan perawatan serta rehabilitasi di lembaga medis negara, belajar di universitas departemen, pensiun dengan pengalaman campuran, memperoleh status UBD dan keunggulan signifikan lainnya," terang Muzychuk.

Perang antara Rusia dan Ukraina dimulai pada 24 Februari 2022, setelah Rusia mengumpulkan pasukan di sepanjang perbatasan Ukraina selama sebulan saat melakukan latihan militer dengan Belarusia.

Peringatan pertama perang Rusia-Ukraina terjadi dalam waktu kurang dari dua minggu, dan Ukraina telah mengumumkan mengantisipasi kemungkinan serangan Rusia untuk memperingati tanggal tersebut.

Baca: Eks Jenderal AS: Ukraina Dapat Menang Cepat Jika Dipasok Jet Tempur Barat

Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Reznikov mengatakan bahwa Rusia "menyukai simbolisme" dan serangan pada 24 Februari 2023, pada peringatan perang tidak akan dibuat-buat.

"Kami masih, tentu saja, mengharapkan kemungkinan serangan dari Rusia, karena ini Februari, mereka menyukai simbolisme - 24 Februari akan menjadi tahun sejak invasi ini dimulai, tahap terbuka perang Ukraina-Rusia, yang dimulai pada 2014," kata Reznikov pada konferensi pers.

“Makanya kami mengharapkan tekanan ini. Kami siap, Militer siap, Staf Panglima Tertinggi terus memantau, agar tidak ada hal-hal yang tidak terduga bagi Anda dan saya,” imbuhnya.

Menurut Kementerian Pertahanan Ukraina, Rusia kehilangan sekitar 1.140 tentara pada hari Jumat. Jumlah itu melebihi kerugian personel Rusia dalam satu hari perang.

Rusia kini telah kehilangan hampir 137.000 tentara selama perang, menurut angka Ukraina.

Baca: Bos Tentara Bayaran Wagner: Rusia Hadapi Perlawanan Sengit Ukraina di Bakhmut
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved