Swedia Akhirnya Larang Pembakaran Al-Qur'an, Ini Alasannya

Kamis, 09 Februari 2023 - 16:26 WIB
loading...
Swedia Akhirnya Larang...
Rasmus Paludan, politisi anti-Islam Swedia-Denmark, saat membakar salinan Al-Quran. Swedia menolak izin demo para aktivis anti-Islam membakar Al-Quran. Foto/REUTERS
A A A
STOCKHOLM - Polisi Nasional Swedia akhirnya menolak izin aktivis anti-Islam untuk membakar Al-Qur'an di depan Kedutaan Turki di Stockholm. Alasannya, demo provokatif semacam itu telah meningkatnya ancaman terhadap keamanan nasional.

Negara Nordik itu merasa terancam oleh apa yang mereka sebut "serangan teroris" menyusul pembakaran Al-Qur'an oleh politisi anti-Islam Denmark-Swedia Rasmus Paludan di depan Kedutaan Turki bulan lalu.

Turki telah mengancam akan memblokir pengajuan Swedia untuk menjadi anggota NATO setelah demo awal tersebut, yang diizinkan oleh pihak berwenang.

Sekarang, Polisi Nasional Swedia menolak izin demo terbaru yang akan melibatkan pembakaran Al-Qur'an. Larangan demo provokatif itu dikeluarkan sejak Selasa lalu.



"Pertemuan semacam itu dinilai dapat menyebabkan gangguan serius terhadap keamanan nasional," bunyi pengumuman Polisi Nasional Swedia, seperti dikutip Russia Today, Kamis (9/2/2023).

Sebelumnya, ketika para politisi Swedia mengutuk aksi Paludan, pihak berwenang di negara itu masih mengizinkan aksi semacam itu untuk dilanjutkan, di mana Menteri Luar Negeri Tobias Billstrom merujuk pada undang-undang kebebasan berekspresi sebagai dasarnya.

Pembakaran Al-Qur'an itu memicu gelombang kemarahan di seluruh dunia Muslim. Dalam sebuah laporan pada hari Selasa, Polisi Keamanan Swedia—badan yang bertanggung jawab untuk spionase dan kontraterorisme—mengatakan bahwa mereka telah melihat peningkatan jumlah ancaman teroris setelah pembakaran Al-Qur'an.

“Swedia dinilai memiliki fokus yang lebih besar daripada sebelumnya untuk kekerasan Islamisme,” kata agensi tersebut.

Polisi Nasional mengatakan telah membuat keputusan untuk menolak permohonan demo kedua setelah berdiskusi dengan Polisi Keamanan Swedia.

Selain meningkatkan ancaman teror, demonstrasi oleh Paludan pada bulan Januari membahayakan upaya Swedia untuk bergabung dengan NATO.

Swedia dan Finlandia sama-sama meninggalkan kenetralan mereka dan mendaftar untuk bergabung dengan blok militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS) musim panas lalu, tetapi penolakan Stockholm untuk melarang Paludan membakar Al-Qur'an secara terbuka mendorong Ankara untuk membatalkan pertemuan aksesi dengan kedua negara Nordik tersebut.

Türki telah bentrok dengan kedua negara Nordik itu, menolak untuk meratifikasi tawaran keanggotaan NATO mereka sampai mereka setuju untuk mengekstradisi puluhan tersangka teroris dan mencabut embargo senjata yang sebelumnya diberlakukan terhadap Ankara.

Sehubungan dengan pembakaran Al-Qur'an, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan minggu lalu, “Selama [Swedia mengizinkan] kitab suci saya, Al-Qur'an, untuk dibakar dan dirobek...kami tidak akan mengatakan ya untuk masuknya Anda ke NATO.”

Meskipun AS adalah kekuatan dominan di NATO, semua 30 negara anggota harus memilih dengan suara bulat untuk menerima negara baru ke dalam aliansi tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
4 Alasan Uni Eropa Masih...
4 Alasan Uni Eropa Masih Butuh NATO, Salah Satunya Rusia Jadi Ancaman
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
Insiden Paling Memalukan,...
Insiden Paling Memalukan, Tank AS Tenggelam di Rawa di dekat Perbatasan Belarusia, 4 Tentara Tewas
5 Tradisi Lebaran Terunik...
5 Tradisi Lebaran Terunik di Dunia, Ada Adu Pecah Telur Rebus di Afghanistan
Erdogan Dukung Penuh...
Erdogan Dukung Penuh Integritas Teritorial Suriah
Eks PM Inggris Tegaskan...
Eks PM Inggris Tegaskan Tidak Ada Alternatif NATO
AS Larang Personel Diplomatik...
AS Larang Personel Diplomatik di China Berhubungan Asmara dengan Warga Lokal
Dimakzulkan sebagai...
Dimakzulkan sebagai Presiden Korsel, Begini Komentar Yoon Suk Yeol
Rekomendasi
Ayo, Garuda Muda! Timnas...
Ayo, Garuda Muda! Timnas Indonesia U-17 Selangkah Lagi ke Piala Dunia U-17
Pangeran William Sewa...
Pangeran William Sewa Pengacara Perceraian, Rumah Tangga dengan Kate Middleton Retak?
Gempa Myanmar Hancurkan...
Gempa Myanmar Hancurkan Kota Purba di Mandalay
Berita Terkini
Abu Ubaidah: Tawanan...
Abu Ubaidah: Tawanan dalam Bahaya jika Israel Menolak Negosiasi
41 menit yang lalu
10 Negara Sahabat Amerika...
10 Negara Sahabat Amerika Serikat, Mayoritas Anggota NATO
2 jam yang lalu
Siapa Abdullah Al Sabah?...
Siapa Abdullah Al Sabah? PM Kuwait yang Sempat Dituduh Masuk Kristen
4 jam yang lalu
4 Alasan Uni Eropa Masih...
4 Alasan Uni Eropa Masih Butuh NATO, Salah Satunya Rusia Jadi Ancaman
5 jam yang lalu
Siapa Walid Ahmad? Remaja...
Siapa Walid Ahmad? Remaja Palestina yang Tewas di Penjara Israel Dikenal Pencetak Gol Terbanyak di Timnya
6 jam yang lalu
10 Negara yang Kena...
10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
10 jam yang lalu
Infografis
Akhirnya, Ukraina Sepakati...
Akhirnya, Ukraina Sepakati Gencatan Senjata 30 Hari dengan Rusia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved