Gempa Turki Magnitudo 7,8: Korban Berjatuhan, Orang-orang Ketakutan

Senin, 06 Februari 2023 - 12:10 WIB
loading...
Gempa Turki Magnitudo...
Bangunan di Suriah runtuh akibat guncangan gempa dahsyat magnitudo yang berpusat di Turki, Senin (6/2/2023). Foto/Twitter via Al Arabiya
A A A
ANKARA - Gempa magnitudo 7,8 meruntuhkan banyak bangunan di Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023) pagi. Korban meninggal terus bertambah dan orang-orang ketakutan berlarian keluar rumah.

Di Turki, pejabat setempat mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal yang ditemukan sebanyak 15 orang. Lima dari kematian tersebut dilaporkan di provinsi Osmaniye dan 10 lainnya di Sanliurfa, yang berada di dekat perbatasan Turki dengan Suriah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan di Twitter, "Tim pencarian dan penyelamatan segera dikirim ke daerah yang dilanda gempa."

Baca juga: Breaking News: Gempa Dahsyat Magnitudo 7,8 Guncang Turki

“Kami berharap dapat melewati bencana ini bersama-sama secepat mungkin dan dengan kerusakan yang paling sedikit,” lanjut Erdogan.

Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan setidaknya ada 6 gempa susulan. Dia mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki bangunan yang rusak karena risikonya.

“Prioritas kami adalah mengeluarkan orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan dan memindahkan mereka ke rumah sakit,” katanya.

Di Suriah, media pemerintah awalnya melaporkan setidaknya42orang telah meninggal di beberapa wilayah ketika beberapa bangunan runtuh setelah gempa besar yang berpusat di tenggara Turki. Namun beberapa menit kemudian jumlah korban tewas diperbarui menjadi 53 orang.

"Empat puluh dua kematian dan 200 luka-luka telah dilaporkan di Aleppo, Hama dan Latakia sebagai akibat gempa dalam jumlah awal," tulis kantor berita pemerintah Suriah, SANA, mengutip seorang pejabat Kementerian Kesehatan, sebelum data diperbarui.

Baca juga: Gempa Dahsyat Turki Tewaskan 15 Orang, di Turki Dikhawatirkan Ratusan Orang

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan gempa itu berpusat sekitar 33 kilometer (20 mil) dari Gaziantep, kota besar dan ibu kota provinsi. Itu berpusat di kedalaman 18 kilometer (11 mil), dan gempa susulan berkekuatan 6,7 yang kuat bergemuruh sekitar 10 menit kemudian.

Badan Penanggulangan Bencana dan Darurat Turki, AFAD, mengatakan gempa tersebut berkekuatan 7,4 dan berpusat di kota Pazarcik, di provinsi Kahramanmaras.

Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ) mengukur gempa pada magnitudo 7,7, dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.

Media Turki melaporkan banyak bangunan runtuh di provinsi tetangga Malatya, Diyarbakir dan Malatya.

Tak hanya berdampak di Suriah, gempa dahsyat di Turki juga terasa di Lebanon, Israel, dan Siprus.

Di Beirut, Lebanon, orang-orang ketakutan ketika terbangun oleh guncangan gempa sekitar 40 detik. Mereka berlarian ke jalan dan menjauh dari gedung.

"Saya tinggal di Gaziantep, Türki. Sedang tidur ketika dimulai. Benar-benar menakutkan," tulis pengguna akun Twitter @iam_nasib, dengan mengunggah video dampak gempa.

"Merasakannya di Yerusalem," tulis pengguna akun @amybellabella.

Pengguna akun Twitter @JRsagitarius yang berada di Beirut menulis "Sangat menakutkan".

Selanjutnya, pengguna akun @karolingston dari Siprus mengatakan dia terbangun, "Tempat tidur saya bergetar," tulis dia.

Turki, secara geografis, berada di salah satu zona gempa paling aktif di dunia.

Duzce adalah salah satu daerah yang dilanda gempa magnitudo 7,4 pada tahun 1999—yang terburuk yang melanda Turki dalam beberapa dekade.

Gempa itu menewaskan lebih dari 17.000 orang, termasuk sekitar 1.000 orang di Istanbul.

Para ahli telah lama memperingatkan gempa besar dapat menghancurkan Istanbul, yang memungkinkan bangunan luas tanpa tindakan pencegahan keamanan.

Gempa magnitudo 6,8 melanda Elazig pada Januari 2020, menewaskan lebih dari 40 orang.

Dan pada bulan Oktober tahun itu, gempa magnitudo 7,0 melanda Laut Aegea, menewaskan 114 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
Mengenal Palung Filipina,...
Mengenal Palung Filipina, Zona Gempa M7,6 Pemicu Tsunami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved