Mantan PM Inggris Johnson Ungkap Kesalahan Barat di Ukraina

Sabtu, 28 Januari 2023 - 06:01 WIB
loading...
Mantan PM Inggris Johnson...
Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Barat seharusnya menekan Rusia pada awal krisis Ukraina sembilan tahun lalu daripada menunggu permusuhan skala besar pecah pada tahun 2022.

Klaim itu diungkap mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson pada Kamis (26/1/2023).

Berbicara kepada Saluran TV Rada Ukraina, Johnson mengklaim hukuman seperti itu “akan menjadi serius, tetapi kami tidak melakukan apa-apa,” merujuk pada peristiwa tahun 2014 di Donbass dan Krimea.

Pada saat itu, kudeta yang didukung Barat di Kiev memicu pemberontakan rakyat di Ukraina timur dan menyebabkan Crimea memisahkan diri dari Ukraina dan memilih bergabung dengan Rusia.

“Sanksi apa yang kami kenakan (pada 2014)? Mereka meluncurkan peniruan diplomatik yang disebut proses Normandia dan tidak mencapai apa-apa. Dan (Presiden Rusia Vladimir) Putin menyimpulkan bahwa Barat tidak akan menghentikannya. Itu adalah kesalahan,” papar dia, seraya menambahkan “pelajaran mendasar” ini dipelajari oleh semua pihak.

Baca juga: Tak Seindah Harapan, Tumpukan Pesanan Bisa Tunda Tank Abrams untuk Ukraina

“Proses diplomatik ini tidak bergerak ke mana-mana. Orang-orang menyadari satu pelajaran besar: kami gagal pada 2014, kami gagal melakukan apa yang diperlukan,” ujar dia.

Proses perdamaian Normandia, yang melibatkan Rusia, Ukraina, Jerman, dan Prancis, merupakan upaya menyelesaikan permusuhan di Donbass.

Akibatnya, pada tahun 2014 dan 2015 para pihak berhasil menandatangani Perjanjian Minsk yang sekarang sudah tidak berlaku.

Baca juga: Kembali Berulah, Rasmus Paludan Bakar Al-Quran di Depan Masjid Kopenhagen Denmark

Kesepakatan itu memberikan status khusus kepada Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk di dalam negara Ukraina.

Bulan lalu, mantan Kanselir Jerman Angela Merkel mengakui kesepakatan ini hanyalah "upaya untuk memberikan waktu kepada Ukraina" agar pasukannya bisa menjadi lebih kuat.

Belakangan, pengungkapan itu dikonfirmasi mantan Presiden Prancis Francois Hollande, yang mencatat Perjanjian Minsk telah membantu Ukraina mencapai tujuan tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin menjawab bahwa dia "kecewa" dan terkejut dengan pengakuan tersebut, mengutipnya sebagai bukti meluncurkan operasi militer pada Februari 2022 adalah keputusan yang tepat.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Libur Sekolah Tiba,...
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Harus Keluar Banyak Biaya
Hotman Paris Sindir...
Hotman Paris Sindir Mantan yang Pamer Pasangan Baru, Sindir Sarwendah?
Berita Terkini
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Infografis
Kehadiran Tentara NATO...
Kehadiran Tentara NATO di Ukraina Berarti Perang Habis-habisan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved