Ulama Sunni Iran Serukan Amandemen Konstitusi

Sabtu, 21 Januari 2023 - 13:51 WIB
loading...
Ulama Sunni Iran Serukan...
Aksi demonstrasi terus terjadi di Iran. Foto/Nikkei
A A A
TEHERAN - Demonstran turun ke jalan-jalan di provinsi Sistan-Baluchistan, sebelah tenggara Iran , pada hari Jumat untuk mengecam pemerintah negara itu. Ini adalah aksi pembangkangan mingguan terhadap rezim Iran, yang dikuasai Syiah, di wilayah yang mayoritas Sunni tersebut.

Meskipun mendapat tindakan brutal oleh pasukan keamanan, Sistan-Baluchistan telah menyaksikan aksi protes mingguan setelah sholat Jumat sejak akhir September lalu.

Video yang dibagikan di Twitter menunjukkan kerumunan besar massa berbaris di jalan-jalan Zahedan, Ibu Kota Sistan-Baluchistan, dengan para demonstran meneriakkan yel-yel menentang penguasa ulama Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, dan Basij, pasukan paramiliter yang terlibat dalam tindakan keras rezim Iran terhadap aksi protes.

"Khamenei adalah seorang pembunuh, pemerintahannya tidak sah," teriak para pengunjuk rasa dalam sebuah video seperti dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (21/1/2023).

Baca: Dukung Aksi Protes, Putri Mantan Presiden Iran Dihukum 5 Tahun Penjara

Sebelum protes hari Jumat, ulama Sunni paling terkemuka di Iran, Molavi Abdolhamid, meminta pihak berwenang untuk tidak memenjarakan, menyiksa, atau mengeksekusi pengunjuk rasa.

Abdolhamid, yang berbasis di Zahedan, juga mendesak agar konstitusi Republik Islam diperbarui atau diamandemen untuk mencerminkan kebutuhan generasi baru.

“Generasi baru memiliki kondisi baru dan kebutuhan yang berbeda. Sangat disayangkan bahwa seluruh konstitusi kita adalah undang-undang yang sama yang disetujui 44 tahun yang lalu. Undang-undang ini harus diperbarui sesuai dengan kondisi saat itu,” katanya dalam khutbah Jumat, menurut situs webnya.

Ulama Sunni itu secara terbuka mengkritik rezim Iran sejak aksi protes nasional meletus di Negeri Mullah itu setelah kematian seorang wanita Kurdi Iran berusia 22 tahun, Mahsa Amini, dalam tahanan polisi pada 16 September lalu.

Baca: Kepala HAM PBB: Eksekusi Mati di Iran Sama dengan 'Pembunuhan yang Disetujui Negara'

Pada bulan November, Abdolhamid menyerukan referendum yang dipantau secara internasional di Iran.

Protes, yang dengan cepat meningkat menjadi seruan untuk menggulingkan pemerintah, direspons dengan tindakan represif dari pihak berwenang, yang memandang protes tersebut sebagai "kerusuhan" yang didukung oleh kekuatan asing.

Menurut kelompok Hak Asasi Manusia Iran yang berbasis di Oslo, setidaknya 481 orang, termasuk 64 anak-anak dan 35 wanita, telah dibunuh oleh pasukan keamanan selama protes, dengan Sistan-Baluchistan memiliki jumlah kematian tertinggi yaitu 131.

Provinsi ini adalah salah satu wilayah termiskin di Iran dan sebagian besar dihuni oleh etnis Baluchi Sunni, minoritas di Iran yang didominasi Syiah. Kelompok hak asasi manusia mengatakan mereka telah menghadapi diskriminasi dan represi selama beberapa dekade.

Baca: Pakar Sebut Eksekusi Mati Ciptakan Kebencian Besar-besaran di Antara Warga Iran
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Ronaldo Tulis Sejarah...
Ronaldo Tulis Sejarah di Piala Dunia yang Sulit Disamai Messi
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Berita Terkini
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved