Ulama Sunni Iran Serukan Amandemen Konstitusi
Sabtu, 21 Januari 2023 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum protes hari Jumat, ulama Sunni paling terkemuka di Iran, Molavi Abdolhamid, meminta pihak berwenang untuk tidak memenjarakan, menyiksa, atau mengeksekusi pengunjuk rasa.
Abdolhamid, yang berbasis di Zahedan, juga mendesak agar konstitusi Republik Islam diperbarui atau diamandemen untuk mencerminkan kebutuhan generasi baru.
“Generasi baru memiliki kondisi baru dan kebutuhan yang berbeda. Sangat disayangkan bahwa seluruh konstitusi kita adalah undang-undang yang sama yang disetujui 44 tahun yang lalu. Undang-undang ini harus diperbarui sesuai dengan kondisi saat itu,” katanya dalam khutbah Jumat, menurut situs webnya.
Ulama Sunni itu secara terbuka mengkritik rezim Iran sejak aksi protes nasional meletus di Negeri Mullah itu setelah kematian seorang wanita Kurdi Iran berusia 22 tahun, Mahsa Amini, dalam tahanan polisi pada 16 September lalu.
Baca: Kepala HAM PBB: Eksekusi Mati di Iran Sama dengan 'Pembunuhan yang Disetujui Negara'
Abdolhamid, yang berbasis di Zahedan, juga mendesak agar konstitusi Republik Islam diperbarui atau diamandemen untuk mencerminkan kebutuhan generasi baru.
“Generasi baru memiliki kondisi baru dan kebutuhan yang berbeda. Sangat disayangkan bahwa seluruh konstitusi kita adalah undang-undang yang sama yang disetujui 44 tahun yang lalu. Undang-undang ini harus diperbarui sesuai dengan kondisi saat itu,” katanya dalam khutbah Jumat, menurut situs webnya.
Ulama Sunni itu secara terbuka mengkritik rezim Iran sejak aksi protes nasional meletus di Negeri Mullah itu setelah kematian seorang wanita Kurdi Iran berusia 22 tahun, Mahsa Amini, dalam tahanan polisi pada 16 September lalu.
Baca: Kepala HAM PBB: Eksekusi Mati di Iran Sama dengan 'Pembunuhan yang Disetujui Negara'
Lihat Juga :