Rusia-China Akan Gelar Latgab di Lepas Pantai Afrika Selatan

Kamis, 19 Januari 2023 - 23:20 WIB
loading...
Rusia-China Akan Gelar...
Pasukan Rusia-China akan menggelar latihan gabungan di lepas pantai Afrika Selatan. FOTO/Reuters
A A A
JOHANNESBURG - Rusia dan China akan melakukan latihan Angkatan Laut di Samudra Hindia, di lepas pantai Afrika Selatan bulan depan. Ini merupakan indikasi lain dari penguatan hubungan mereka dengan negara paling maju di Afrika.

Angkatan Bersenjata Afrika Selatan mengatakan pada Kamis (19/1/2023), bahwa mereka dan Angkatan Laut Rusia dan China akan terlibat dalam "latihan maritim multinasional" dari 17-27 Februari di lepas pantai timur Afrika Selatan dekat kota Durban dan Teluk Richards.

Baca: Putin Klaim Produksi Rudal Rusia Sebanding dengan Produksi Rudal Seluruh Dunia

Pengumuman itu datang beberapa hari sebelum Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengunjungi Afrika Selatan dan mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari Afrika Selatan Naledi Pandor.

Pemerintah Afrika Selatan mengatakan tahun lalu, bahwa mereka telah mengadopsi sikap netral atas Ukraina dan menyerukan dialog dan diplomasi. Tetapi, latihan Angkatan Laut yang akan datang telah membuat partai oposisi utama negara itu menuduh pemerintah secara efektif memihak Rusia.

Pemerintah Afrika Selatan menyangkal telah memihak dan menyerukan diakhirinya perang di Ukraina. Tetapi, Pasukan Pertahanan Nasional Afrika Selatan (SANDF), mengatakan latihan Angkatan Laut bulan depan akan “memperkuat hubungan yang sudah berkembang antara Afrika Selatan, Rusia dan China”.

“Tujuan dari latihan tersebut adalah berbagi keterampilan dan pengetahuan operasional,” kata pernyataan SANDF, seperti dikutip dari AP.

Baca: Spesifikasi RS-24 Yars, Rudal Antarbenua Rusia yang Jadi Ancaman bagi AS

Ketiga negara juga melakukan latihan Angkatan Laut serupa pada 2019 di Cape Town. Sementara Rusia dan China menggelar latihan Angkatan Laut bersama di Laut China Timur bulan lalu.

Afrika Selatan, mitra utama Barat, adalah salah satu dari beberapa negara Afrika yang abstain dalam pemungutan suara PBB tahun lalu yang mengutuk invasi Rusia. Amerika Serikat dan Uni Eropa berharap Afrika Selatan akan mendukung kecaman internasional terhadap Rusia dan bertindak sebagai pemimpin bagi negara-negara lain di Afrika.

Para ahli telah memperingatkan tentang pengaruh militer Rusia yang meningkat di Afrika sejak pertama kali mencaplok sebagian Ukraina pada tahun 2014, sementara pemerintahan Biden juga mengakui pentingnya memperkuat hubungan di benua itu setelah China menghabiskan beberapa dekade untuk memperkuat dirinya sendiri di pasar sumber daya alam Afrika.

Baca: Profil Wagner, Kelompok Tentara Bayaran Rusia yang Perang di Ukraina

Pemerintah Afrika Selatan menarik lebih banyak perhatian atas sikapnya terhadap Rusia pada bulan Oktober ketika mengatakan akan mengizinkan superyacht yang terkait dengan oligarki Rusia Alexey Mordashov untuk berlabuh di Cape Town meskipun dia berada di bawah sanksi AS dan UE.

Pemerintah Afrika Selatan juga dituduh mengizinkan kapal Rusia lainnya untuk berlabuh di pangkalan angkatan laut dekat Cape Town pada bulan Desember.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Berita Terkini
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved