Profesor Seni Gugat Universitas AS yang Memecatnya Terkait Gambar Nabi Muhammad

Kamis, 19 Januari 2023 - 15:34 WIB
loading...
A A A
López Prater mengatakan dia dan ketua departemen sedang mendiskusikan dia mengajar kuliah baru, tetapi setelah keluhan mahasiswa dia diberitahu "jasanya tidak lagi diperlukan".

Presiden Hamline University sebelumnya mengatakan kontrak profesor tidak diperpanjang setelah semester musim gugur.

Tetapi pernyataan yang dirilis Selasa dan ditandatangani oleh Miller dan Watters mencatat bahwa fakultas memiliki hak untuk memilih apa dan bagaimana mereka mengajar.

Pada hari Jumat, Council on American-Islamic Relations (CAIR), sebuah organisasi hak sipil nasional untuk Muslim, membantah keyakinan bahwa perilaku López Prater bersifat Islamofobia.

"Para profesor yang menganalisis gambar Nabi Muhammad untuk tujuan akademik tidak sama dengan Islamofobia yang menunjukkan gambar seperti itu untuk menyebabkan pelanggaran," katanya.

Pada konferensi pers pekan lalu yang diselenggarakan oleh para pendukung pemecatan López Prater, mahasiswa yang mengajukan pengaduan tersebut mengatakan bahwa dia belum pernah melihat gambar Nabi Muhammad sampai kelas berlangsung pada Oktober lalu.

“Sungguh menyedihkan saya harus berdiri di sini untuk memberitahu orang-orang bahwa ada sesuatu yang Islamofobia dan sesuatu yang benar-benar menyakiti kita semua, bukan hanya saya,” kata Aram Wedatalla, presiden Asosiasi Mahasiswa Muslim Hamline.

Pihak universitas mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka telah belajar banyak tentang kerumitan menampilkan gambar dari Nabi Muhammad dan memahami perbedaan pendapat tentang masalah yang ada dalam komunitas Muslim.

"Pendidikan tinggi adalah tentang belajar dan tumbuh. Kami telah belajar dan terus tumbuh saat kami menghasilkan pengetahuan baru untuk dibagikan dengan semua komunitas Hamline kami," bunyi pernyataan universitas.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved