Kelompok Bersenjata di Burkina Faso Culik 50 Wanita Desa

Selasa, 17 Januari 2023 - 05:30 WIB
Ribuan warga sipil dan anggota pasukan keamanan tewas dan sekitar dua juta orang mengungsi, dan terpaksa tinggal di kamp-kamp darurat.

Baca: Kudeta Guncang Burkina Faso, Perwira Militer Gulingkan Pemimpin Junta

Juni lalu, Mahamadou Issoufou – mantan presiden Niger dan perwakilan Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) – mengatakan pihak berwenang di ibu kota Ouagadougou hanya mengendalikan 60 persen negara.

Perwira militer yang tidak puas melakukan dua kudeta pada tahun 2022 untuk menunjukkan kemarahan atas kegagalan untuk menghentikan konflik, dengan masing-masing pemimpin militer berjanji untuk memprioritaskan keamanan.

Para diplomat Prancis mengatakan, Burkina Faso telah menggunakan layanan kelompok tentara bayaran swasta Rusia, Grup Wagner, sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi konflik tersebut. Nana Akufo-Addo, presiden negara tetangga Ghana juga menuduh hal yang sama pada bulan Desember.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!