Makin Mesra, Raja Salman Undang Xi Jinping Kunjungi Arab Saudi
Selasa, 06 Desember 2022 - 18:44 WIB
Hubungan antara China dan Arab Saudi semakin mesra di tengah keretakan hubungan monarki Teluk itu dengan sekutu kentalnya Amerika Serikat (AS) karena masalah HAM dan perang di Yaman di mana Riyadh memimpin koalisi militer Arab. Hubungan itu semakin rusak di bawah pemerintahan Biden karena perang Ukraina dan kebijakan minyak OPEC+.
Sebagai tanda kekesalan dengan kritik AS terhadap catatan hak asasi manusia (HAM) Riyadh, Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan kepada majalah The Atlantic pada bulan Maret bahwa dia tidak peduli apakah Presiden AS Joe Biden salah paham tentang dia, dengan mengatakan Biden harus fokus pada kepentingan Amerika.
Dia juga menyarankan dalam sambutan yang disampaikan oleh kantor berita negara Saudi, SPA, pada bulan yang sama bahwa sementara Riyadh bertujuan untuk meningkatkan hubungannya dengan Washington, dia juga dapat memilih untuk mengurangi "kepentingan kami"—investasi Saudi—di Amerika Serikat.
Baca: Anggota Parlemen AS Selidiki Kesepakatan Minyak Rahasia Biden dan Arab Saudi
Riyadh sebelumnya juga mengancam akan menghentikan beberapa perdagangan minyak dengan dolar untuk menghadapi kemungkinan undang-undang AS yang mengekspos anggota OPEC ke tuntutan hukum antimonopoli.
Sebagai tanda kekesalan dengan kritik AS terhadap catatan hak asasi manusia (HAM) Riyadh, Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan kepada majalah The Atlantic pada bulan Maret bahwa dia tidak peduli apakah Presiden AS Joe Biden salah paham tentang dia, dengan mengatakan Biden harus fokus pada kepentingan Amerika.
Dia juga menyarankan dalam sambutan yang disampaikan oleh kantor berita negara Saudi, SPA, pada bulan yang sama bahwa sementara Riyadh bertujuan untuk meningkatkan hubungannya dengan Washington, dia juga dapat memilih untuk mengurangi "kepentingan kami"—investasi Saudi—di Amerika Serikat.
Baca: Anggota Parlemen AS Selidiki Kesepakatan Minyak Rahasia Biden dan Arab Saudi
Riyadh sebelumnya juga mengancam akan menghentikan beberapa perdagangan minyak dengan dolar untuk menghadapi kemungkinan undang-undang AS yang mengekspos anggota OPEC ke tuntutan hukum antimonopoli.
Lihat Juga :