Badai Tropis Nalgae Hantam Filipina, 45 Orang Tewas
Minggu, 30 Oktober 2022 - 06:00 WIB
Dalam beberapa tahun terakhir, banjir bandang dengan lumpur dan puing-puing dari sebagian besar lereng gunung yang gundul telah menjadi salah satu bahaya paling mematikan yang ditimbulkan oleh topan di Filipina.
Petugas penyelamat fokus pada desa Kusiong, rumah bagi antara 80 dan 100 orang, yang terkubur setelah bagian dari gunung gundul di dekatnya runtuh. "Kemarin, kami fokus pada penyelamatan dan menemukan 11 mayat," kata Kepala Pertahanan Sipil Regional, Naguib Sinarimbo kepada AFP.
Baca: 13 Tewas Saat Badai Menerjang Filipina Selatan
"Hari ini kami melanjutkan pekerjaan kami, tetapi ini sudah merupakan operasi pencarian karena desa telah terkubur di bawah batu dan lumpur selama lebih dari sehari," tambahnya. Ia menolak mengatakan berapa banyak yang dikhawatirkan tewas.
Foto-foto yang dirilis oleh Penjaga Pantai menunjukkan tim penyelamat menggunakan kulkas tua sebagai perahu improvisasi untuk menarik anak-anak dari komunitas banjir di pulau tengah Leyte.
Petugas penyelamat fokus pada desa Kusiong, rumah bagi antara 80 dan 100 orang, yang terkubur setelah bagian dari gunung gundul di dekatnya runtuh. "Kemarin, kami fokus pada penyelamatan dan menemukan 11 mayat," kata Kepala Pertahanan Sipil Regional, Naguib Sinarimbo kepada AFP.
Baca: 13 Tewas Saat Badai Menerjang Filipina Selatan
"Hari ini kami melanjutkan pekerjaan kami, tetapi ini sudah merupakan operasi pencarian karena desa telah terkubur di bawah batu dan lumpur selama lebih dari sehari," tambahnya. Ia menolak mengatakan berapa banyak yang dikhawatirkan tewas.
Foto-foto yang dirilis oleh Penjaga Pantai menunjukkan tim penyelamat menggunakan kulkas tua sebagai perahu improvisasi untuk menarik anak-anak dari komunitas banjir di pulau tengah Leyte.
Lihat Juga :