Kisah Korban Pesawat Jatuh di Andes Terpaksa Makan Daging Manusia agar Hidup

Senin, 17 Oktober 2022 - 10:25 WIB
Mereka yang selamat-–sebuah kelompok secara bertahap berkurang menjadi hanya 16 orang—menghadapi penantian 72 hari yang melelahkan sebelum akhirnya mereka diselamatkan pada 23 Desember.

Lima puluh tahun kemudian, tragedi penerbangan di Andes tetap menjadi sumber intrik besar—daya tarik yang berasal dari para penyintas yang beralih ke kanibalisme agar tetap hidup.

“Tentu saja, gagasan memakan daging manusia itu mengerikan, menjijikkan,” kata Ramon Sabella (70), seorang pengusaha yang jadi salah satu korban selamat, kepada The Times.

“Sulit untuk dimasukkan ke dalam mulut Anda. Tapi kami sudah terbiasa.”

Setelah kehabisan stok cokelat, permen, selai, dan anggur yang tidak seberapa—bahkan kapas yang digunakan untuk melapisi kursi pesawat—Roberto Canessa, seorang mahasiswa kedokteran, menggembar-gemborkan gagasan untuk memakan mayat yang berserakan di sekitar badan pesawat yang terdampar.

Menggunakan sepotong kaca, dia adalah orang pertama yang mengukir tubuh teman-temannya.

“Saya harus pergi ke keluarga mereka nanti untuk menjelaskan,” katanya, tetapi menambahkan bahwa dia akan menganggapnya sebagai “kehormatan” jika dia meninggal.

Untuk berdamai dengan tindakan mereka, para penyintas membuat perjanjian. "Bahwa jika salah satu dari kami mati, yang lain wajib memakan tubuh mereka," jelas Canessa.

Menurut Carlitos Paez, penyintas lainnya, memakan daging manusia tidak terlalu sulit. "Bagi yang penasaran, manusia tidak merasakan apa-apa, sungguh," katanya kepada surat kabar The Times, yang dikutip The Independent, Senin (17/10/2022).

Para penyintas memulai dengan memakan potongan kulit dan lemak, sebelum beralih ke otot dan otak.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More