Mikhail Gorbachev, Penarikan Soviet dari Afghanistan, dan Akhir Perang Dingin
Rabu, 31 Agustus 2022 - 07:06 WIB
Perang Soviet-Afghanistan adalah titik kritik utama bagi Barat. Itu juga merugikan Uni Soviet setidaknya 15.000 korban jiwa, menambah beban pada ekonomi terencana birokrasi yang sudah berderit dan memenuhi negara itu dengan para veteran yang menderita gangguan stres akibat pertempuran.
Keterlibatan kembali dengan Barat membuka jalan bagi beberapa perjanjian perlucutan senjata utama untuk ditandatangani.
Moskow dan Washington sepakat membongkar rudal konvensional dan nuklir jarak menengah mereka.
Senjata yang sangat berbahaya itu dapat menggoda militer menggunakan senjata nuklir dalam skala terbatas, tetapi masih memicu pemusnahan bersama secara global.
Di bawah Gorbachev, Moskow secara sepihak menghentikan semua uji coba nuklir.
Hubungan Moskow dengan negara-negara Blok Timur juga mengalami perubahan radikal. Sebelumnya, pasukan Soviet selalu menjadi argumen terakhir, jika salah satu negara Pakta Warsawa era Perang Dingin mencoba mengalihkan kesetiaannya.
Keterlibatan kembali dengan Barat membuka jalan bagi beberapa perjanjian perlucutan senjata utama untuk ditandatangani.
Moskow dan Washington sepakat membongkar rudal konvensional dan nuklir jarak menengah mereka.
Senjata yang sangat berbahaya itu dapat menggoda militer menggunakan senjata nuklir dalam skala terbatas, tetapi masih memicu pemusnahan bersama secara global.
Di bawah Gorbachev, Moskow secara sepihak menghentikan semua uji coba nuklir.
Hubungan Moskow dengan negara-negara Blok Timur juga mengalami perubahan radikal. Sebelumnya, pasukan Soviet selalu menjadi argumen terakhir, jika salah satu negara Pakta Warsawa era Perang Dingin mencoba mengalihkan kesetiaannya.
Lihat Juga :