Sepuluh Orang Tewas dalam Demonstrasi Anti PBB di Kongo

Rabu, 27 Juli 2022 - 01:56 WIB
Tetapi para kritikus menunjukkan bahwa pada saat itu aktivitas pemberontak belum berakhir dan orang-orang di wilayah tersebut terus hidup dalam keadaan tidak aman.

Monusco saat ini memiliki hampir 18.000 personel di negara itu, termasuk lebih dari 12.000 tentara dengan Pakistan, India dan Bangladesh sebagai negara dengan jumlah pasukan terbesar. Pasukan itu sedang bersiap untuk ditarik meskipun tidak ada tanggal yang ditetapkan.

Ada peningkatan dalam konflik di sana yang melibatkan beberapa kelompok bersenjata termasuk gerakan M23 dan Pasukan Demokrat Sekutu.

Baca juga: Helikopter Pasukan Perdamaian PBB Jatuh di Kongo, 8 Tewas



Republik Demokratik Kongo menuduh negara tetangga Rwanda mendukung M23, yang dibantah Rwanda. Tiga minggu lalu, kedua pemimpin negara menyepakati "proses de-eskalasi" di Republik Demokratik Kongo timur.

Pemerintah Republik Demokratik Kongo mengatakan telah meminta tentara dan polisi untuk memulihkan ketenangan di Goma.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!