Dua Hal Ini Diduga Jadi Penyebab Perubahan Sikap Korut

Sabtu, 27 Juni 2020 - 02:44 WIB
Menhan Jepang kemudian menilai Korut sedang berjuang untuk menahan penyebaran pandemi Covid-19, meskipun Pyongyang secara resmi menyangkal keberadaan penyakit tersebut di negara itu. Kono mendukung tuduhannya dengan menyebut bahwa pandemi adalah alasan di balik jarangnya Kim Jong-un muncul di hadapan publik karena khawatir akan tertular virus mematikan tersebut.

Pejabat Jepang itu mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengumpulkan informasi tentang situasi di dalam negeri Korut menyusul bentrokan baru-baru ini dengan Korsel.

Pekan lalu, setelah penghentian hubungan dengan Seoul, Korut menghancurkan kantor penghubung antar-Korea di kota perbatasan Kaesong. Korut juga mengancam Korsel dengan aksi militer jika aktivis negara itu melanjutkan provokasi yang melibatkan selebaran propaganda anti-Pyongyang yang terbang di atas perbatasan melalui balon. (Baca: Gara-gara Pembelot, Korut Ancam Kerahkan Militer ke Korsel )

Ancaman "aksi militer" dibuat oleh saudara perempuan Pemimpin Korut, Kim Yo-jong, yang secara luas dianggap di media telah memperoleh kekuatan politik dan oleh beberapa wartawan dinilai sebagai pesaing posisi kakaknya. Namun ancaman itu dibatalkan segera setelah pembongkaran gedung penghubung, yang merupakan jalur komunikasi utama antara kedua negara. (Baca: Korut Hentikan Berbagai Rencana Aksi Militer Melawan Korsel )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!