Mereka yang Menolak Hadiah Nobel, Ada Terpaksa maupun Sukarela
Minggu, 28 Juni 2020 - 17:16 WIB
Seperti biasa, rezim Hitler melarang siapapun menerima Nobel. Tak terkecuali Butenandt. Padahal secara prinsip, Butenandt sebenarnya menolak fasisme Nazi. Akhirnya panitia Nobel baru memberikan penghargaannya pada 1949 ketika Perang Dunia II telah berakhir. (Baca juga: Profesor Anti-Israel Jadi Pemenang Hadiah Nobel Kimia)
3. Gerhard Domagk (Dipaksa menolak Nobel oleh Nazi)
Gerhard Domagk menemukan prontosil, antibiotik pertama yang dijual secara komersil, sebelum penisilin dan antibiotik lain ditemukan dan tersedia di pasaran. Ini kemajuan luar biasa bagi dunia kedokteran di awal abad 20. Atas penemuannya itu, para juri di Stockholm menganugerahi Nobel Kedokteran pada 1939.
Tapi nasibnya tidak jauh beda dengan dua pendahulunya: ia dilarang menerima hadiah Nobel oleh rezim Nazi. Hanya satu hari setelah pengumuman, Gestapo (polisi rahasai Nazi) menangkap Domagk dan memasukkannya ke penjara selama tujuh hari. Pada 1947, Domagk akhirnya menerima penghargaan tersebut tapi tanpa disertai hadiah uang.
4. Boris Pasternak (Tak diizinkan menerima Nobel oleh rezim Uni Soviet)
Boris Leonidovich Pasternak menulis novel Doctor Zhivago dan ia pun diumumkan meraih Nobel Sastra. Novel itu memang dilarang beredar di negaranya sendiri gara-gara dianggap mengandung kritik terhadap sosialisme Uni Soviet.
Pada 1957, Doctor Zhivago berhasil diselundupkan ke Italia dan diterbitkan di sana. Setahun kemudian, edisi bahasa Inggrisnya terbit dan menjadi bestseller. (Lihat grafis: Iran Tembakkan Rudal Jelajah Buatan Sendiri dalam Latihan Perang)
3. Gerhard Domagk (Dipaksa menolak Nobel oleh Nazi)
Gerhard Domagk menemukan prontosil, antibiotik pertama yang dijual secara komersil, sebelum penisilin dan antibiotik lain ditemukan dan tersedia di pasaran. Ini kemajuan luar biasa bagi dunia kedokteran di awal abad 20. Atas penemuannya itu, para juri di Stockholm menganugerahi Nobel Kedokteran pada 1939.
Tapi nasibnya tidak jauh beda dengan dua pendahulunya: ia dilarang menerima hadiah Nobel oleh rezim Nazi. Hanya satu hari setelah pengumuman, Gestapo (polisi rahasai Nazi) menangkap Domagk dan memasukkannya ke penjara selama tujuh hari. Pada 1947, Domagk akhirnya menerima penghargaan tersebut tapi tanpa disertai hadiah uang.
4. Boris Pasternak (Tak diizinkan menerima Nobel oleh rezim Uni Soviet)
Boris Leonidovich Pasternak menulis novel Doctor Zhivago dan ia pun diumumkan meraih Nobel Sastra. Novel itu memang dilarang beredar di negaranya sendiri gara-gara dianggap mengandung kritik terhadap sosialisme Uni Soviet.
Pada 1957, Doctor Zhivago berhasil diselundupkan ke Italia dan diterbitkan di sana. Setahun kemudian, edisi bahasa Inggrisnya terbit dan menjadi bestseller. (Lihat grafis: Iran Tembakkan Rudal Jelajah Buatan Sendiri dalam Latihan Perang)
Lihat Juga :