Sejarah Ketertarikan Amerika Serikat terhadap Greenland, dari Abad ke-19 hingga Era Trump

Jum'at, 09 Januari 2026 - 15:43 WIB
loading...
Sejarah Ketertarikan...
Presiden AS Donald Trump mengincar Greenland. Foto/fox news
A A A
WASHINGTON - Ketertarikan Amerika Serikat (AS) terhadap Greenland bukanlah fenomena baru yang muncul secara tiba-tiba di era modern. Pulau terbesar di dunia yang terletak di kawasan Arktik ini telah lama masuk dalam kalkulasi strategis Washington, baik dari sudut pandang militer, geopolitik, ekonomi, hingga pengaruh global.

Dari era ekspansi wilayah abad ke-19, Perang Dunia II, Perang Dingin, hingga rivalitas global abad ke-21, Greenland terus menjadi kepingan penting dalam peta kepentingan Amerika Serikat.

Sejarah panjang ini menunjukkan Greenland bukan sekadar wilayah terpencil yang tertutup es, melainkan titik strategis yang memiliki nilai besar dalam dinamika kekuatan global.

1. Awal Ketertarikan AS pada Abad ke-19


Ketertarikan Amerika Serikat terhadap Greenland pertama kali mengemuka pada tahun 1867, tahun yang sama ketika AS membeli Alaska dari Rusia.

Pada periode ini, Amerika sedang berada dalam fase ekspansi teritorial dan konsolidasi kekuatan sebagai negara besar yang baru bangkit pasca Perang Saudara.

Menteri Luar Negeri AS saat itu, William H. Seward, dikenal sebagai arsitek utama ekspansi wilayah Amerika. Selain Alaska, Seward juga memandang wilayah-wilayah di kawasan Arktik sebagai aset strategis jangka panjang.

Dalam pandangan geopolitiknya, Greenland memiliki posisi penting sebagai gerbang ke Atlantik Utara dan kawasan Kutub Utara.

Meski wacana pembelian Greenland belum berkembang menjadi negosiasi resmi dengan Denmark, gagasan tersebut menandai lahirnya cara pandang Amerika terhadap pulau itu: Greenland bukan hanya wilayah kolonial Eropa, tetapi potensi perpanjangan pengaruh Amerika di belahan utara dunia.

Pada masa ini, nilai ekonomi Greenland belum sepenuhnya dipahami, namun letak geografisnya sudah dianggap penting dalam konteks jalur perdagangan, navigasi, dan kekuatan maritim.

2. Perang Dunia II dan Awal Dominasi Militer AS


Momentum penting ketertarikan Amerika Serikat terhadap Greenland terjadi pada Perang Dunia II. Ketika Denmark diduduki oleh Jerman Nazi pada tahun 1940, Greenland secara praktis terputus dari pemerintahan pusatnya.

Situasi ini menciptakan kekosongan kekuasaan yang berpotensi dimanfaatkan Jerman untuk kepentingan militernya.

Amerika Serikat, meskipun pada awal perang belum sepenuhnya terlibat, melihat risiko besar jika Greenland jatuh ke tangan Nazi. Pulau tersebut bisa digunakan sebagai basis cuaca, pangkalan laut, atau titik loncatan militer di Atlantik Utara.

Pada 1941, AS dan otoritas lokal Greenland mencapai kesepakatan yang memungkinkan Amerika membangun pangkalan militer di pulau tersebut. Pangkalan-pangkalan ini berfungsi untuk: Mengamankan jalur pelayaran Atlantik Utara; Menyediakan data cuaca penting bagi operasi militer Sekutu; Mencegah ekspansi militer Jerman di kawasan Arktik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Rekrutmen Disabilitas,...
Rekrutmen Disabilitas, Polri: Disesuaikan Kompentensi dan Kebutuhan
Breaking News! Razman...
Breaking News! Razman Arif Nasution Dijebloskan di Lapas Cipinang!
Catat! Minggu 28 Juni...
Catat! Minggu 28 Juni 2026 Tidak Ada CFD di Jalan Rasuna Said
Berita Terkini
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Infografis
Donald Trump Minta 50%...
Donald Trump Minta 50% Saham TikTok untuk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved