Jenderal Ukraina: Rusia Gunakan Rudal Era Soviet
Sabtu, 02 Juli 2022 - 06:56 WIB
“Target musuh tetap fasilitas militer, infrastruktur dan industri penting, jaringan transportasi. Pada saat yang sama, penduduk sipil menderita kerugian yang signifikan karena serangan (yang tidak tepat sasaran),” kata Hromov.
“Untuk melakukan serangan roket, musuh di lebih dari 50 persen (kasus) menggunakan rudal dari cadangan Soviet, yang tidak cukup tepat. Akibatnya, gedung-gedung sipil dihantam,” imbuhnya seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (2/7/2022).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan terhadap pusat perbelanjaan Kremenchuk pada awal pekan ini sebagai serangan "teroris" yang disengaja dan para pemimpin Barat serta Paus Fransiskus bergabung dengannya untuk mengutuknya.
Rusia, yang menginvasi Ukraina pada 24 Februari, membantah menargetkan warga sipil dan mengatakan hanya menyerang infrastruktur militer.
Awal bulan ini, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan bahwa pesawat pembom Rusia kemungkinan telah meluncurkan lusinan rudal anti-kapal era 1960-an yang berat terhadap sasaran di darat di Ukraina.
Baca juga: Rusia Lancarkan Serangan Rudal ke Odesa, 10 Tewas
"Rusia kemungkinan terpaksa menggunakan rudal anti-kapal berbobot 5,5 ton karena kekurangan rudal modern yang lebih presisi," kata kementerian Inggris.
“Untuk melakukan serangan roket, musuh di lebih dari 50 persen (kasus) menggunakan rudal dari cadangan Soviet, yang tidak cukup tepat. Akibatnya, gedung-gedung sipil dihantam,” imbuhnya seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (2/7/2022).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan terhadap pusat perbelanjaan Kremenchuk pada awal pekan ini sebagai serangan "teroris" yang disengaja dan para pemimpin Barat serta Paus Fransiskus bergabung dengannya untuk mengutuknya.
Rusia, yang menginvasi Ukraina pada 24 Februari, membantah menargetkan warga sipil dan mengatakan hanya menyerang infrastruktur militer.
Awal bulan ini, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan bahwa pesawat pembom Rusia kemungkinan telah meluncurkan lusinan rudal anti-kapal era 1960-an yang berat terhadap sasaran di darat di Ukraina.
Baca juga: Rusia Lancarkan Serangan Rudal ke Odesa, 10 Tewas
"Rusia kemungkinan terpaksa menggunakan rudal anti-kapal berbobot 5,5 ton karena kekurangan rudal modern yang lebih presisi," kata kementerian Inggris.
Lihat Juga :