Iran Tolak Sanksi AS pada Suriah, Dorong Perdagangan dengan Damaskus
Jum'at, 19 Juni 2020 - 01:03 WIB
Ketua Parlemen Iran Ali Larijani bertemu Ketua Parlemen Suriah Hammouda Sabbagh di Damaskus, Suriah, 16 Februari 2020. Foto/REUTERS/Omar Sanadiki
TEHERAN - Iran mengecam sanksi terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap Suriah. Teheran berjanji meningkatkan perdagangan dengan Damaskus yang merupakan aliansinya.
AS menerapkan sanksi terberatnya menargetkan Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk menghentikan pendapatan pemerintahannya dan memaksanya kembali ke negosiasi mengakhiri perang.
“Saat dunia terlibat dengan pandemi Corona, menerapkan sanksi tak berperikemanusiaan seperti itu hanya akan menambah penderitaan rakyat Suriah,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Abbas Mousavi.
“Kami akan melanjutkan kerja sama ekonomi kami dengan bangsa Suriah dan pemerintah Suriah yang tangguh, dan meski sanksi-sanksi itu, kami akan memperkuat hubungan ekonomi kami dengan Suriah,” kata dia.
AS menerapkan sanksi terberatnya menargetkan Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk menghentikan pendapatan pemerintahannya dan memaksanya kembali ke negosiasi mengakhiri perang.
“Saat dunia terlibat dengan pandemi Corona, menerapkan sanksi tak berperikemanusiaan seperti itu hanya akan menambah penderitaan rakyat Suriah,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Abbas Mousavi.
“Kami akan melanjutkan kerja sama ekonomi kami dengan bangsa Suriah dan pemerintah Suriah yang tangguh, dan meski sanksi-sanksi itu, kami akan memperkuat hubungan ekonomi kami dengan Suriah,” kata dia.
Lihat Juga :