Pemberontak Ukraina Minta Bantuan Militer kepada Putin

Kamis, 24 Februari 2022 - 05:22 WIB
"Agresi Ukraina meningkat," tulis Pushilin mengutip dugaan peningkatan pemboman artileri yang menargetkan infrastruktur sipil penting dan dilaporkan menyebabkan 300.000 orang tanpa air setelah saluran air utama republik itu terkena.

Baca juga: Ukraina Panggil Warga Negara Usia 18-60 Tahun Masuk Wajib Militer Cadangan

Pemimpin DPR mengklaim Ukraina melanjutkan apa yang disebutnya "genosida" terhadap warga sipil, yang tampaknya telah memaksa evakuasi lebih dari 40.000 orang sejauh ini.

“Tindakan rezim Kiev bersaksi bahwa mereka tidak memiliki keinginan untuk melaksanakan perjanjian Minsk dan menghentikan perang di Donbass,” tulis Pasechnik, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (24/2/2022).

Ia menambahkan bahwa Ukraina menerima bantuan militer dari Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya dan “berorientasi untuk mengakhiri berkonflik dengan LPR secara paksa.”

Pasechnik juga mencatat bahwa lebih dari 51.000 orang telah dievakuasi dari Lugansk sejauh ini, lebih dari setengahnya adalah anak-anak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!