Rusia Peringatkan Kehadiran Drone Militer di Ukraina Memperkeruh Krisis

Minggu, 06 Februari 2022 - 05:30 WIB
“Ankara tidak dapat gagal untuk memahami hal ini, tetapi tetap melakukannya, yang sangat disesalkan,” ujar dia

Baca juga: Erdogan Positif Omicron, 2 Hari setelah Bertemu Presiden Ukraina

Dia mengklaim, “Ada risiko di tenggara Ukraina bahwa permusuhan dapat pecah secara spontan atau dengan keterlibatan provokator,” dengan persenjataan dari mitra asing yang digunakan dalam setiap potensi pertempuran.

"Sayangnya, ada risiko bahwa 'elang' di Kiev dapat memberikan perintah untuk mengeksploitasi situasi ini," ujar Klimov.

Menurut politisi tersebut, “Pihak berwenang Turki berusaha mendapatkan keuntungan finansial dengan mempromosikan persenjataannya, tetapi juga berusaha menjadi peserta dalam permainan besar ketegangan di Eropa Timur.”

Kata-katanya datang tak lama setelah Menteri Pertahanan Ukraina Aleksey Reznikov mengungkapkan, “Ada rencana menandatangani perjanjian kerangka kerja sama di bidang teknologi militer antara kedua negara. Salah satu pasal dalam kesepakatan itu adalah pembangunan pabrik Bayraktar yang akan diproduksi di Ukraina.”

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji kesepakatan yang dicapai di Kiev dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!