Rusia Peringatkan Kehadiran Drone Militer di Ukraina Memperkeruh Krisis

Minggu, 06 Februari 2022 - 05:30 WIB
“Ini adalah teknologi baru, pekerjaan baru, dan penguatan kemampuan pertahanan negara,” papar Zelensky.

Ankara menikmati hubungan baik dengan Kiev dan Moskow. Namun, pemimpin Turki telah secara terbuka mengutuk reabsorpsi Rusia 2014 atas Krimea, mengklaimnya sebagai "aneksasi" wilayah tersebut.

Semenanjung Krimea dikuasai Rusia setelah referendum pascaprotes jalanan kekerasan menggulingkan pemerintah terpilih.

Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk yang memproklamirkan diri di Ukraina timur kemudian mendeklarasikan kemerdekaan mereka dari Kiev.

Penggunaan drone buatan Turki di Donbass oleh Ukraina juga menjadi masalah bagi Moskow. Selama panggilan telepon antara Erdogan dan Presiden Vladimir Putin pada Desember, pemimpin Rusia mengecam perilaku "destruktif" dan "aktivitas provokatif" dari penggunaan drone di wilayah tersebut.

Hanya beberapa bulan sebelumnya, tentara Kiev mengumumkan telah berhasil menembakkan rudal dari pesawat tak berawak Bayraktar Turki di Donbass, yang diklaim untuk pertama kalinya.

Ukraina pertama kali membeli Bayraktar TB2 pada 2019 dan dilaporkan terus membeli lebih banyak.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!