Suriah Kutuk Rencana Israel Gandakan Jumlah Pemukim Yahudi di Golan
Selasa, 28 Desember 2021 - 05:02 WIB
"Tujuan kami hari ini adalah menggandakan populasi Dataran Tinggi Golan," kata Bennett dari sayap kanan menjelang pertemuan. Dia terpaksa meninggalkan pertemuan setelah putrinya yang berusia 14 tahun dites positif terkena virus corona, membuatnya diisolasi, tetapi pemungutan suara pada program itu dilanjutkan setelah penundaan.
Baca: Turki: Lebih dari 1 Juta Warga Suriah Telah Kembali ke Negara Mereka
Sekitar 25.000 pemukim Israel tinggal di Dataran Tinggi Golan, bersama dengan sekitar 23.000 Druze, yang tetap tinggal di tanah itu setelah Israel merebutnya. Israel mencaplok wilayah itu pada 14 Desember 1981, dalam sebuah langkah yang tidak diakui oleh sebagian besar masyarakat internasional.
Mantan presiden AS Donald Trump, yang secara luas dipandang pro-Israel, memberikan pengakuan AS atas kedaulatan Israel atas Golan pada 2019. "Dataran Tinggi Golan adalah milik Israel. Ini sudah terbukti dengan sendirinya," kata Bennett.
"Fakta bahwa pemerintahan Trump mengakui ini, dan fakta bahwa pemerintahan (Presiden Joe) Biden telah memperjelas bahwa tidak ada perubahan dalam kebijakan ini, juga penting," tandasnya.
Baca: Turki: Lebih dari 1 Juta Warga Suriah Telah Kembali ke Negara Mereka
Sekitar 25.000 pemukim Israel tinggal di Dataran Tinggi Golan, bersama dengan sekitar 23.000 Druze, yang tetap tinggal di tanah itu setelah Israel merebutnya. Israel mencaplok wilayah itu pada 14 Desember 1981, dalam sebuah langkah yang tidak diakui oleh sebagian besar masyarakat internasional.
Mantan presiden AS Donald Trump, yang secara luas dipandang pro-Israel, memberikan pengakuan AS atas kedaulatan Israel atas Golan pada 2019. "Dataran Tinggi Golan adalah milik Israel. Ini sudah terbukti dengan sendirinya," kata Bennett.
"Fakta bahwa pemerintahan Trump mengakui ini, dan fakta bahwa pemerintahan (Presiden Joe) Biden telah memperjelas bahwa tidak ada perubahan dalam kebijakan ini, juga penting," tandasnya.
(esn)
Lihat Juga :