Jenderal Khalifa Haftar Maju Pilpres Libya, Tantang Putra Muamar Qadafi

Rabu, 17 November 2021 - 04:59 WIB
Keduanya adalah tokoh kontroversial. Haftar, yang didukung oleh Rusia, Mesir dan Uni Emirat Arab, dibenci oleh banyak orang di Libya barat dan dituduh berusaha membangun kediktatoran militer.

Pada April 2019, Tentara Nasional Libya (LNA) gadungannya melancarkan serangan di Ibu Kota Tripoli dengan dalih membasmi kelompok-kelompok militan.

Perang selama setahun itu meninggalkan pinggiran ibu kota dalam reruntuhan dan Libya lebih terpecah dari sebelumnya, tetapi gencatan senjata yang ditengahi PBB Oktober lalu membuka jalan bagi proses perdamaian yang mengarah ke pemilihan presiden yang ditetapkan pada 24 Desember mendatang.

Pada 22 September, dia untuk sementara pensiun dari perannya sebagai kepala LNA sesuai dengan undang-undang pemilihan guna memungkinkannya mencalonkan diri sebagai presiden.

Pekan lalu, pasukannya mengatakan 300 tentara bayaran yang bertempur di pihaknya akan meninggalkan Libya atas permintaan Prancis dalam gerakan sepihak, tanpa mengharapkan imbalan apa pun dari pemerintah di Tripoli.

Baca juga: Putra Gaddafi Maju Jadi Calon Presiden Libya, 10 tahun Usai Aksi NATO

Tetapi pasukan pro-Haftar tetap mengendalikan sebagian besar Libya timur dan selatan. Beberapa analis telah menyuarakan skeptisisme atas kemungkinan pemungutan suara yang bebas dan adil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!