Mantan Menteri Gaddafi: Iran Tak Boleh Ulangi Kesalahan Libya dengan Mempercayai AS

Sabtu, 11 April 2026 - 21:40 WIB
loading...
Mantan Menteri Gaddafi:...
Mantan menteri pemerintahan Muammar Gaddafi mengingatkan Iran agar tak mengulangi kesalahan Libya. Foto/X
A A A
TEHERAN - Iran tidak boleh mengulangi kesalahan Libya, yang membayar harga mahal karena mempercayai Barat. Itu diungkapkan mantan menteri informasi negara Afrika Utara itu, Moussa Ibrahim, memperingatkan menjelang pembicaraan antara delegasi dari Washington dan Teheran.

Pertemuan langsung pertama antara kedua pihak sejak serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari diperkirakan akan berlangsung di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada hari Sabtu, menurut Gedung Putih.

Tim Amerika akan dipimpin oleh Wakil Presiden J.D. Vance, dan juga akan mencakup utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner. Teheran belum mengumumkan susunan delegasinya, tetapi laporan mengklaim bahwa delegasi tersebut dapat dipimpin oleh ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.



Dalam sebuah wawancara dengan RT pada hari Jumat, Ibrahim – mantan anggota kabinet di bawah pemimpin Libya yang berkuasa lama, Muammar Gaddafi, yang digulingkan dan dibunuh dalam pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011 – mengatakan bahwa “kedua pihak datang ke negosiasi ini dengan gagasan yang berbeda tentang perdamaian dan konflik.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved