Eks Menteri Muammar Gaddafi: Iran Tak Boleh Ulangi Kesalahan Libya Percayai AS

Sabtu, 11 April 2026 - 11:30 WIB
loading...
Eks Menteri Muammar...
Wakil Presiden AS J.D. Vance. Foto/Jacquelyn Martin
A A A
TRIPOLI - Iran tidak boleh mengulangi kesalahan Libya, yang membayar mahal karena mempercayai Barat. Peringatan itu diucapkan mantan menteri informasi negara Afrika Utara itu, Moussa Ibrahim, menjelang pembicaraan antara delegasi dari Washington dan Teheran.

Pertemuan langsung pertama antara kedua pihak sejak serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari diperkirakan akan berlangsung di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada hari Sabtu (11/4/2026), menurut Gedung Putih.

Tim Amerika akan dipimpin Wakil Presiden J.D. Vance, dan juga akan mencakup utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner.

Laporan menyebut delegasi Iran dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.

Dalam wawancara dengan RT pada hari Jumat, Ibrahim – mantan anggota kabinet di bawah pemimpin Libya yang berkuasa lama, Muammar Gaddafi, yang digulingkan dan dibunuh dalam pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011 – mengatakan, “Kedua pihak datang ke negosiasi ini dengan ide yang berbeda tentang perdamaian dan konflik.”

“Saya percaya Iran tulus dalam upaya mereka untuk menemukan solusi… Bagi Amerika, ini bukan diplomasi perdamaian atau penyelesaian konflik, melainkan pengendalian eskalasi,” katanya.

Bagi Washington, “sebenarnya sangat menguntungkan untuk terus menimbulkan kekacauan di kawasan itu untuk memastikan bahwa setiap kekuatan regional yang sedang bangkit berada di bawah kendali… bahwa kawasan itu tidak pernah bersatu,” ujar mantan menteri yang sekarang menjabat sebagai sekretaris eksekutif African Legacy Foundation itu menegaskan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 4.118 Orang, 16.740 Terluka
Trump Sebut AS Akan...
Trump Sebut AS Akan Ambil Alih Selat Hormuz, Bakal Pungut Bayaran
Rekomendasi
Microdrama China Time...
Microdrama China Time Traveling Terbaru di V+Short, Prince's Rules Broken?! Wajib Masuk Watchlist
Live Streaming Premier...
Live Streaming Premier Padel Malaga 2026 di VISION+: Jadwal Tanding dari Awal Sampai Final
DPR Targetkan RUU Perampasan...
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Dibahas dan Disahkan Tahun Ini
Berita Terkini
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved