Taliban Berkuasa, Bioskop di Afghanistan Merana Tak Lagi Bisa Putar Film

Minggu, 14 November 2021 - 22:40 WIB
Sutradara Ariana, Asita Ferdous (26), wanita pertama di pos itu, bahkan tidak diizinkan masuk bioskop. Taliban memerintahkan pegawai pemerintah perempuan untuk menjauh dari tempat kerja mereka, sehingga mereka tidak bergaul dengan laki-laki, sampai mereka menentukan apakah mereka akan diizinkan bekerja.

Baca: Taliban Klaim Telah Memiliki Pemerintahan Inklusif di Afghanistan

Ferdous adalah bagian dari generasi muda Afghanistan pasca 2001 yang bertekad untuk mengukir ruang yang lebih besar bagi hak-hak perempuan. Pengambilalihan Taliban telah menghancurkan harapan mereka. “Saya menghabiskan waktu untuk membuat sketsa, menggambar, hanya untuk terus berlatih. Saya tidak bisa melakukan pameran lagi," ujar Ferdous yang juga seorang seniman.

Ariana dibuka pada tahun 1963. Arsitekturnya yang ramping mencerminkan semangat modernisasi yang coba dibawa oleh monarki yang berkuasa saat itu ke negara yang sangat tradisional. Penduduk Kabul, Ziba Niazai, ingat pergi ke Ariana pada akhir 1980-an, selama pemerintahan Presiden Najibullah yang didukung Soviet, ketika ada lebih dari 30 bioskop di seluruh negeri.

Baginya, itu adalah pintu masuk ke dunia yang berbeda. Dia baru saja menikah, dan suami barunya membawanya dari desa asal mereka di pegunungan ke Kabul, di mana dia bekerja di Kementerian Keuangan. Dia sendirian di rumah sepanjang hari saat dia di kantor.

Baca: Teror Bom Shalat Jumat di Afghanistan Berlanjut
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!