Keliru Menganalisis, Jepang Cabut Penilaian Korut Luncurkan Dua Rudal Balistik
Kamis, 11 November 2021 - 17:17 WIB
Sebelumnya pada 19 Oktober lalu, Kepala Staf Gabungan (JCS) Korsel mengumumkan bahwa militer negara itu telah mendeteksi satu rudal balistik tak dikenal, sementara Kementerian Pertahanan Jepang mengklaim bahwa Pyongyang telah meluncurkan dua rudal balistik.
Baca juga: Korut Uji Coba Rudal, AS Tegaskan Siap Bela Korsel dan Jepang
Sedangkan Komando Indo-Pasifik AS tidak merinci jumlah rudal dalam pernyataannya, tetapi mengatakan bahwa mereka mengetahui peluncuran tersebut.
Kemudian pada hari itu, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan dia mengadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasional dan menginstruksikan menteri terkait untuk mengumpulkan serta menganalisis intelijen sambil juga memastikan kewaspadaan dan pemantauan dan bekerja sama di tingkat internasional dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain.
Cho Dongyoun, asisten profesor studi militer di Universitas Seokyeong, menjelaskan bahwa analis harus mengumpulkan informasi tentang getaran dan gelombang elektromagnetik dari peluncuran rudal dan mensintesis sinyal tersebut untuk menarik kesimpulan.
“Saat menganalisis rudal, bukan berarti Anda bisa menghitung jumlah rudal yang diluncurkan dengan melihat lintasannya dengan mata kepala sendiri. Biasanya melalui sistem signal intelligence (SIGNIT),” terang Cho.
Baca juga: Korut Uji Coba Rudal, AS Tegaskan Siap Bela Korsel dan Jepang
Sedangkan Komando Indo-Pasifik AS tidak merinci jumlah rudal dalam pernyataannya, tetapi mengatakan bahwa mereka mengetahui peluncuran tersebut.
Kemudian pada hari itu, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan dia mengadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasional dan menginstruksikan menteri terkait untuk mengumpulkan serta menganalisis intelijen sambil juga memastikan kewaspadaan dan pemantauan dan bekerja sama di tingkat internasional dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain.
Cho Dongyoun, asisten profesor studi militer di Universitas Seokyeong, menjelaskan bahwa analis harus mengumpulkan informasi tentang getaran dan gelombang elektromagnetik dari peluncuran rudal dan mensintesis sinyal tersebut untuk menarik kesimpulan.
“Saat menganalisis rudal, bukan berarti Anda bisa menghitung jumlah rudal yang diluncurkan dengan melihat lintasannya dengan mata kepala sendiri. Biasanya melalui sistem signal intelligence (SIGNIT),” terang Cho.
Lihat Juga :