Muncul Seruan Pemberontakan, Pertempuran Paling Mematikan Pecah di Myanmar

Sabtu, 11 September 2021 - 16:54 WIB
Seruan Pemerintah Persatuan Nasional pada hari Selasa untuk "perang defensif rakyat" mendapatkan respons yang antusias di media sosial, tetapi dampak aktualnya di lapangan sulit diukur.

Media yang bersimpati kepada oposisi melaporkan ledakan penembakan skala kecil dan sabotase oleh kelompok perlawanan, terutama penggulingan menara transmisi telepon seluler.

Baca juga: Berencana Bunuh Utusan untuk PBB, AS Tangkap Dua Pria Myanmar

Tetapi kegiatan serupa telah terjadi selama beberapa bulan dan detailnya sulit diverifikasi secara independen.

Menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, sebuah organisasi independen yang menyimpan penghitungan rinci mereka yang terbunuh atau ditahan oleh pemerintah militer, ada 1.058 aktivis dan pengamat yang terbunuh sejak pengambilalihan militer Februari.

Pemerintah minggu ini mengklaim pasukan perlawanan bertanggung jawab atas kematian 933 orang, lapor Popular News, mengutip Wakil Menteri Dalam Negeri Jenderal Soe Tint Naing.

Dalam briefing hari Kamis untuk diplomat asing yang juga dihadiri oleh kantor berita, Soe Tint Naing mengatakan mereka yang tewas termasuk personel keamanan, pegawai negeri dan orang-orang yang diyakini oleh perlawanan sebagai informan pemerintah.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!