Siap Bekerja Sama, UE Tolak Akui Pemerintahan Taliban

Sabtu, 04 September 2021 - 00:10 WIB
Baca juga: Taliban Bersiap Umumkan Pemerintahan Baru Afghanistan di Istana Kabul

Bersamaan dengan persyaratan ini, UE harus melihat pembentukan pemerintahan transisi yang inklusif dan representatif yang menghormati hak asasi manusia, supremasi hukum, dan media. Akses gratis ke bantuan kemanusiaan juga merupakan keharusan.

Borrell menyatakan bahwa para pejabat di Kabul juga harus mengizinkan warga asing dan warga Afghanistan yang menghadapi penganiayaan untuk meninggalkan negara itu seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (4/9/2021).

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab telah mengambil sikap serupa dengan Brussels. Berbicara dalam konferensi pers di Pakistan pada hari Jumat, Raab tegas bahwa Inggris tidak akan mengakui Taliban sebagai pemerintah Afghanistan yang sah, tetapi akan berkomunikasi dengan Kabul karena hal itu diperlukan untuk membantu orang melarikan diri.

Baca juga: Inggris Tak akan Akui Rezim Taliban tapi Tetap Bekerja Sama
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!