Junta: Barat dan AS Ingin Myanmar Dipimpin oleh Boneka Mereka

Senin, 28 Juni 2021 - 14:50 WIB
"Awalnya ada protes. Anda tahu alasan di baliknya, pemilu yang curang. Setelah itu, protes memasuki tahap terorisme dan alasan lain berperan di sini," sambungnya. Baca juga: Dipasok Senjata, Jenderal Tertinggi Junta Myanmar Berterima Kasih kepada Rusia

Dia menuturkan bahwa tujuan utama dari aksi demonstrasi yang ada bukanlah mengembalikan demokrasi di Myanmar. Tetapi, untuk memberikan negara lain alasan untuk campur tangan secara langsung dalam urusan dalam negeri Myanmar.

"Tujuan akhir (para pengunjuk rasa) mereka adalah agar negara lain secara resmi ikut campur dalam urusan internal negara kita. Agar negara lain campur tangan, mereka membutuhkan situasi yang tidak stabil di negara ini," tukasnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!