Junta: Barat dan AS Ingin Myanmar Dipimpin oleh Boneka Mereka

Senin, 28 Juni 2021 - 14:50 WIB
loading...
Junta: Barat dan AS...
Pemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing mengatakan bahwa AS dan Barat ingin mengendalikan orang-orang yang bertanggung jawab atas Myanmar. Foto/REUTERS
A A A
YANGON - Barat ingin mengendalikan orang-orang yang bertanggung jawab atas Myanmar. Hal itu diungkapkan pemimpin junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing.

Amerika Serikat (AS) dan Inggris sebelumnya memberlakukan sanksi terhadap negara itu, sementara Majelis Umum PBB mengadopsi rancangan resolusi yang menyerukan semua negara untuk berhenti menjual senjata ke Myanmar.

Menurut pemimpin militer tersebut, persepsi ambivalen atas peristiwa baru-baru ini di Myanmar dapat dikaitkan dengan niat Barat untuk menghancurkan negaranya. Baca juga: Pasukan Junta Myanmar Pukuli Anak 17 Tahun dengan Popor Senapan lalu Dikubur

"Alasan kedua adalah mereka ingin memiliki orang-orang yang berkuasa yang berada di bawah kendali mereka," kata Min Aung Hlaing, seperti dilansir Sputnik pada Senin (28/6/2021).

"Awalnya ada protes. Anda tahu alasan di baliknya, pemilu yang curang. Setelah itu, protes memasuki tahap terorisme dan alasan lain berperan di sini," sambungnya. Baca juga: Dipasok Senjata, Jenderal Tertinggi Junta Myanmar Berterima Kasih kepada Rusia

Dia menuturkan bahwa tujuan utama dari aksi demonstrasi yang ada bukanlah mengembalikan demokrasi di Myanmar. Tetapi, untuk memberikan negara lain alasan untuk campur tangan secara langsung dalam urusan dalam negeri Myanmar.

"Tujuan akhir (para pengunjuk rasa) mereka adalah agar negara lain secara resmi ikut campur dalam urusan internal negara kita. Agar negara lain campur tangan, mereka membutuhkan situasi yang tidak stabil di negara ini," tukasnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Serangan Rudal Iran...
Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah
Trump Dilaporkan Dukung...
Trump Dilaporkan Dukung Presiden FIFA Infantino Jadi Sekjen PBB, Gantikan Guterres
Rekomendasi
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved