Diancam China Tak Dapat Vaksin COVID-19, Ukraina Ciut Nyali

Sabtu, 26 Juni 2021 - 06:13 WIB
Baca juga: Langka, Israel Kecam Penindasan China terhadap Muslim Uighur

Tetapi dugaan tekanan itu akan menandai eskalasi upaya intens baru-baru ini oleh Beijing untuk melawan kritik terhadap catatan hak asasinya, kali ini dengan berpotensi membahayakan kesehatan - bahkan nyawa - sebagai cara untuk meminimalkan perhatian internasional terhadapnya, kata para diplomat.

Salah satu diplomat Barat menyebutnya sebagai tanda diplomasi "telanjang jari" oleh China. Diplomat lainnya mengutip laporan tekanan signifikan di Kiev.

“Semalam delegasi memberi tahu kami bahwa mereka perlu mundur," ujar diplomat kedua seperti dikutip dari The Associated Press, Sabtu (26/6/2021).

Kementerian Luar Negeri China di Beijing dan juru bicara misi diplomatik China di Jenewa tidak segera menanggapi email yang meminta komentar. Pihak berwenang Ukraina juga tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Kendati begitu, situasi masih bisa berubah. Di bawah praktik dewan beranggotakan 47 negara, negara-negara dapat menambahkan nama mereka ke pernyataan atau resolusi hingga dua minggu setelah sesi berakhir. Sesi 3,5 minggu saat ini yang dimulai pada hari Senin berlangsung hingga 13 Juli.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!