China Siap Berlakukan UU Baru untuk Mengekang Oposisi Hong Kong
Jum'at, 22 Mei 2020 - 08:55 WIB
RUU lantas ditarik oleh pemerintah, tetapi Beijing semakin mendorong langkah-langkah yang seolah-olah sebagai hukuman karena kubu oposisi tidak menghormati bendera nasional dan lagu kebangsaan China. Beijing juga gencar menerapkan pendidikan bertema patriotik yang pro-Cina di sekolah-sekolah di wilayah tersebut.
Namun, pada saat itu kubu oposisi di Dewan Legislatif Hong Kong tidak meloloskan RUU semacam itu.
"Langkah-langkah baru diperlukan oleh situasi dan tuntutan baru dan tindakan di tingkat nasional sepenuhnya diperlukan," kata Zhang.
Surat kabar South China Morning Post dalam laporannya mengatakan RUU akan diajukan ke Kongres Rakyat Nasional (NPC) pada Jumat (22/5/2020) sore dan voting pada akhir sesi 28 Mei mendatang.
Pemungutan suara di NPC akan menambah kekhawatiran di kubu pro-demokrasi Hong Kong bahwa Beijing mengabaikan hak-hak warga wilayah semi-otonom tersebut untuk berkumpul dan bebas berbicara yang jauh melebihi yang diizinkan oleh Partai Komunis yang berkuasa di daratan China.
Namun, pada saat itu kubu oposisi di Dewan Legislatif Hong Kong tidak meloloskan RUU semacam itu.
"Langkah-langkah baru diperlukan oleh situasi dan tuntutan baru dan tindakan di tingkat nasional sepenuhnya diperlukan," kata Zhang.
Surat kabar South China Morning Post dalam laporannya mengatakan RUU akan diajukan ke Kongres Rakyat Nasional (NPC) pada Jumat (22/5/2020) sore dan voting pada akhir sesi 28 Mei mendatang.
Pemungutan suara di NPC akan menambah kekhawatiran di kubu pro-demokrasi Hong Kong bahwa Beijing mengabaikan hak-hak warga wilayah semi-otonom tersebut untuk berkumpul dan bebas berbicara yang jauh melebihi yang diizinkan oleh Partai Komunis yang berkuasa di daratan China.
(min)
Lihat Juga :