Ingin Bebas Asap, Selandia Baru Bakal Larang Penjualan Rokok

Sabtu, 17 April 2021 - 06:33 WIB
Menteri Kesehatan Ayesha Verrall mengatakan bahwa sekitar 4.500 warga Selandia Baru meninggal setiap tahun akibat penyakit terkait tembakau dan pemerintah berkomitmen untuk "mempercepat kemajuan" dalam memerangi merokok.

“Kami membutuhkan pendekatan baru. Bisnis seperti biasa tanpa program pengendalian tembakau tidak akan membawa kami ke sana,” ujar Verall seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (17/4/2021).

Baca juga: Orangtua di AS Ingin Nikahi Anak Kandung, Gugat UU yang Larang Kawin Sedarah

Meskipun inisiatif ini dipuji oleh beberapa kelompok advokasi, hal ini bukannya tanpa kritik. Beberapa telah memperingatkan bahwa membatasi penjualan tembakau akan membuat pemilik toko bangkrut. Pembatasan tersebut juga dapat memicu pasar gelap yang tidak diatur untuk produk tembakau. Pemerintah Selandia Baru bahkan telah mengakui bahwa jumlah produk tembakau yang diselundupkan ke dalam negeri telah meningkat secara substansial dalam beberapa tahun terakhir.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!